Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BAYAN RESOURCES: Realisasi Capex Baru US$1,8 juta

BISNIS.COM, JAKARTA—Hingga Maret ini, produsen batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) baru menghabiskan US$1,8 juta dari total belanja modal yang dianggarkan tahun ini sekitar US$45—US$55 juta.

BISNIS.COM, JAKARTA—Hingga Maret ini, produsen batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) baru menghabiskan US$1,8 juta dari total belanja modal yang dianggarkan tahun ini sekitar US$45—US$55 juta.

Hal itu terungkap dalam data perseroan seperti dikutip, Senin (27/5/2013). Realisasi belanja modal itu baru sekitar 3,27%—4% dari anggaran belanja modal tahun ini.

Menurut manajemen, belanja modal pada prinsipnya adalah untuk proyek-proyek seperti alat penghancur batu bara dan aset kantor. Meski realisasinya masih kecil, namun mayoritas belanja modal akan dikeluarkan pada kuartal III dan IV.

Masih berdasarkan data, perseroan menargetkan volume penjualan batu bara tahun ini sama dengan volume penjualan tahun lalu karena tahun ini perseroan mengurangi persediaan dan volume produksi.

Target penjualan tahun ini dipatok 16—17 juta ton, sedangkan target produksi dipatok 14—15 juta ton.

Dari target penjualan tersebut, hingga Maret 2013 sebanyak 15,3 juta ton atau sekitar 90%—95,6% sudah terkontrak. Dari total 15,3 juta ton, 52,2% menggunakan harga tetap sedangkan 47,8% menggunakan harga mengambang.

“Kontrak penjualan tambahan akan diadakan sepanjang tahun ini seiring dengan semakin tingginya visibilitas volume produksi aktual,” tulis manajemen.

Adapun sampai Maret 2013, realisasi penjualan dan produksi masing-masing sudah 3,9 juta ton dan 3,4 juta ton, turun masing-masing 5% dan 13%.

Pada kuartal I kemarin, produksi batu bara Bayan paling banyak diekspor ke China, baru kemudian ke Jepang.

Pelanggan teratas berdasarkan volume penjualan adalah Vitol Asia Pte Ltd, J. Aron & Co, TNB Fuel Service, ENEL, dan Adani.

Terkait harga, meski ada harapan harga batu bara naik pada semester II/2013, namun harga jual rata-rata batu bara perseroan (Average Selling Price/ASP) tahun ini diperkirakan masih lebih rendah dari tahun lalu.

Hal itu akan mengakibatkan perolehan penjualan tahun ini yang lebih rendah dari tahun lalu.

“Tapi, penurunan ini sebagian akan diimbangi dengan penurunan biaya dari langkah-langkah yang dilakukan Bayan,” ungkap manajemen.

ASP tahun ini diperkirakan di kisaran US$83—US$86 per ton. Sampai Maret 2013, realisasi ASP sudah US$83,5 per ton. Adapun sepanjang tahun lalu, realisasi ASP perseroan hanya US$88,2 per ton.

Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, pendapatan perseroan mencapai US$325,3 juta, turun 19% dari periode yang sama tahun lalu US$399,2 juta.

Adapun laba bersih mencapai US$14 juta, anjlok cukup dalam 60% dari sebelumnya US$35 juta.  (ra)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper