Bisnis.com, JAKARTA — Emiten CPO milik TP Rachmat PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) mencetak peningkatan pendapatan dan laba bersih tahun 2024. TAPG mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,12 triliun sepanjang 2024.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, TAPG mencatatkan pendapatan sebesar Rp9,67 triliun pada 2024. Pendapatan ini naik 16,16% dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp8,32 triliun.
Pendapatan ini diperoleh dari PT Sinar Alam Permai sebesar Rp2,46 triliun, PT Kutai Refinery Nusantara sebesar Rp2,25 triliun, dan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) senilai Rp1,2 triliun. Ketiga pelanggan ini berkontribusi 61,28% terhadap pendapatan TAPG.
TAPG juga mencetak beban pokok pendapatan sebesar Rp5,98 triliun, turun 2,03% dari tahun 2023 yang senilai Rp6,1 triliun.
Alhasil, TAPG mencetak laba bruto sebesar Rp3,72 triliun, naik 67,9% dibandingkan periode 2023 yang sebesar Rp2,2 triliun.
Laba bersih TAPG juga ikut meningkat menjadi Rp3,12 triliun, naik 94,02% dibandingkan tahun 2023 yang sebesar Rp1,6 triliun.
Baca Juga
Adapun sampai akhir 2023, TAPG mencatatkan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp9,55 triliun, naik 3,17% dari tahun 2023 sebesar Rp8,2 triliun.
Lebih lanjut, total aset TAPG naik 3,17% secara tahunan menjadi Rp14,3 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp13,8 triliun di tahun 2023.
Total liabilitas TAPG juga meningkat menjadi Rp3,03 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp2,5 triliun di akhir 2023.
Sementara itu, total ekuitas TAPG turun menjadi Rp11,27 triliun pada akhir 2024, dari Rp11,3 triliun akhir 2023.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.