Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Ditutup Melemah Dekati Level Rp16.300, Dolar AS Makin Perkasa

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 8,50 poin atau 0,05% menuju level Rp16.291 per dolar AS.
Karyawan menghitung uang rupiah usai acara Peresmian Relokasi Bank Mega Syariah Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kelapa Gading di Jakarta, Senin (10/6/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menghitung uang rupiah usai acara Peresmian Relokasi Bank Mega Syariah Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kelapa Gading di Jakarta, Senin (10/6/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (11/6/2024) dan menyentuh level Rp16.291. Pelemahan itu terjadi di tengah greenback yang kembali membukukan kenaikan. 

Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 8,50 poin atau 0,05% menuju level Rp16.291 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS menguat 0,04% ke posisi 105,18.

Sementara itu, mata uang lain di Asia mayoritas ditutup melemah. Won Korea, misalnya, mengalami penurunan 0,15%, lalu yuan China 0,09%, dan yen Jepang sebesar 0,18%. Adapun rupee India melemah 0,05%, sementara ringgit Malaysia menguat 0,07%.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan mata uang AS didukung imbal hasil Treasury yang lebih tinggi usai data pekerjaan domestik menguat akhir pekan lalu, sehingga memicu penurunan taruhan terhadap penurunan suku bunga The Fed.

Para ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan inflasi harga konsumen AS akan turun menjadi 0,1% dari posisi 0,3% bulan lalu, dan tekanan harga inti tetap stabil di 0,3% bulan ini.

“Diperkirakan tidak ada perubahan kebijakan pada akhir pertemuan kebijakan dua hari The Fed yang berakhir pada hari Rabu, namun para pejabat akan memperbarui proyeksi ekonomi dan suku bunga mereka,” ujarnya dalam publikasi riset, Selasa (11/6/2024).

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja penjualan eceran pada Mei 2024 diperkirakan meningkat dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) mencapai 233,9 atau tumbuh 4,7% secara tahunan (year-on-year/YoY).

“Peningkatan ini menunjukkan perbaikan daya beli masyarakat dan efektivitas kebijakan ekonomi, terutama didorong oleh subkelompok sandang, makanan, minuman, dan tembakau, serta suku cadang dan aksesori,” kata Ibrahim.

Meski demikian, secara bulanan, penjualan eceran diramal terkontraksi 1,0% MtM sejalan dengan normalisasi aktivitas masyarakat usai Idulfitri. Kontraksi lebih dalam tertahan beberapa kelompok yang masih tumbuh positif, seperti suku cadang dan aksesori serta BBM.

Pada April 2024, IPR tercatat mencapai 236,3, mengalami kontraksi sebesar 2,7% YoY. Namun, tertahan pertumbuhan positif di kelompok suku cadang dan aksesori serta BBM.

Secara bulanan, penjualan eceran tumbuh 0,4% MtM, didorong oleh kelompok peralatan informasi dan komunikasi, barang budaya dan rekreasi, serta makanan, minuman, dan tembakau sejalan dengan adanya momentum Idulfitri.

“Tekanan inflasi pada Juli dan Oktober 2024 diperkirakan meningkat, dengan Indeks Ekspektasi Harga Umum [IEH] masing-masing tercatat sebesar 142,5 dan 142,0, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang masing-masing sebesar 140,1 dan 134,5,” tutur Ibrahim.

Untuk perdagangan besok, Rabu (11/6/2024), Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif tetapi ditutup melemah dalam rentang Rp16.280 hingga Rp16.350.

---------------------------

 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper