Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Sentuh Level Terendah Mei, Adakah Harapan Rebound Hari Ini?

IHSG memiliki potensi alami rebound bila dianalisa secara teknikal. Pasalnya, IHSG telah turun ke level terendahnya pada Mei di 6.970.
Karyawati mengamati pergerakan harga saham di kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta, Selasa (19/3/2024). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati mengamati pergerakan harga saham di kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta, Selasa (19/3/2024). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki potensi alami rebound bila dianalisa secara teknikal. Pasalnya, IHSG telah turun ke level terendahnya pada Mei di 6.970.

Tim riset MNC Sekuritas menyatakan IHSG yang kembali terkoreksi 0,90% ke 6.970 menunjukkann munculnya peningkatan volume penjualan. “Saat ini, posisi IHSG diperkirakan sedang berada di akhir wave [iii] dari wave C dari wave (2), sehingga koreksi IHSG akan relatif terbatas dan berpeluang berbalik menguat,” tulis tim pada Senin (3/6/2024).

Mereka menilai koreksi IHSG diperkirakan untuk menguji 6.940 sampai 6.958 terlebih dahulu, setelahnya IHSG akan menguat ke 7.027-7.080.

MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham seperti BRPT, DOID, dan ESSA. Mereka berpendapat saham BRPT yang menguat 1,43% ke Rp1.065 telah disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakan BRPT pun sudah menutup gap yang ada.

“Saat ini, posisi BRPT diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (b) dari wave [b], sehingga koreksinya akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali,” jelas tim.

Adapun untuk saham DOID yang menguat 0,91% ke Rp555 dan masih disertai munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas MA20.

“Saat ini, posisi DOID diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [c], sehingga DOID masih rawan terkoreksi dahulu,” jelas tim.

Lalu saham ESSA yang terkoreksi 5,52% ke Rp770 disertai munculnya volume pembelian, koreksinya pun telah menembus MA20. “Kami perkirakan, posisi ESSA saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C, sehingga ESSA masih rawan terkoreksi terlebih dahulu,” pungkas tim.

-----------

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper