Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 21 Mei 2024

Rupiah diprediksi flutuatif namun akan ditutup melemah di rentang Rp15.960-Rp16.030 pada perdagangan hari ini, Selasa (21/5/2024).
Rupiah diprediksi flutuatif namun akan ditutup melemah di rentang Rp15.960-Rp16.030 pada perdagangan hari ini, Selasa (21/5/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Rupiah diprediksi flutuatif namun akan ditutup melemah di rentang Rp15.960-Rp16.030 pada perdagangan hari ini, Selasa (21/5/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Live Timeline

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi flutuatif namun akan ditutup melemah di rentang Rp15.960-Rp16.030 pada perdagangan hari ini, Selasa (21/5/2024), di tengah penantian investor akan sinyal penurunan suku bunga The Fed.

Pada perdagangan Senin (20/5), rupiah mengakhiri perdagangan dengan turun 0,14% atau 23 poin ke posisi Rp15.978 per dolar AS. Pada saat bersaman indeks dolar terpantau naik 0,03% ke level 104,360.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan data minggu lalu menunjukkan harga konsumen AS untuk bulan April menurun, menyebabkan pasar memperkirakan 50 basis poin (bps), atau setidaknya dua kali penurunan suku bunga tahun ini, namun berbagai pejabat Fed telah memberikan peringatan tentang kapan suku bunga mungkin turun. 

“Oleh karena itu, para pedagang bertaruh pada pelonggaran sebesar 46 bps pada tahun ini, dan hanya penurunan suku bunga pada bulan November yang sudah diperhitungkan sepenuhnya,” kata dia dalam riset harian.

Lebih lanjut Ibrahim memaparkan fokusnya sekarang adalah pada laporan indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE)  ukuran inflasi pilihan The Fed yang akan dirilis pada tanggal 31 Mei. 

Pasar juga akan fokus pada risalah pertemuan terakhir The Fed yang dijadwalkan pada hari Rabu (22/5). PMI awal untuk zona euro, Jerman, Inggris, dan AS juga akan dirilis minggu ini, bersama dengan daftar pembicara Fed yang lengkap.

Di sisi lain, Ekonom memperkirakan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) Indonesia akan melebar pada kuartal I/2024. Kondisi itu berpeluang terjadi seiring dengan surplus neraca perdagangan yang menyusut. 

Neraca transaksi berjalan Indonesia akan mencatatkan defisit -0,40% dari PDB pada kuartal I/2024, yang mana pada kuartal I/2023 mengalami surplus sebesar 0,90% dari PDB. 

Hal ini juga menunjukkan pelebaran dari defisit -0,38% dari PDB pada kuartal IV/2023. Pelebaran defisit transaksi berjalan tersebut terutama dipengaruhi oleh surplus neraca perdagangan yang menurun dari US$12,11 miliar pada Januari-Maret 2023 menjadi US$7,41 miliar pada Januari-Maret 2024. 

Oleh karena sentimen tersebut, Ibrahim memproyeksikan pada perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp15.960-Rp16.030 per dolar AS.

12:13 WIB
Rupiah masih tertekan

Rupiah melemah 42,50 poin atau 0,27% menjadi Rp16.020,5 per dolar AS pada pukul 12.13 WIB.

Sementara indeks dolar AS menguat 0,06% ke level 104,63.

09:04 WIB
Rupiah melemah 0,39% ke Rp16.040

Rupiah melemah 62,50 poin atau 0,39% menjadi Rp16.040 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB.

Sementara indeks dolar AS menguat 0,09% ke level 104,66.


Penulis : Artha Adventy
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper