Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Perbankan BMRI, BBCA hingga BNGA Kompak Anjlok Usai Lebaran, Ini Penyebabnya

Saham emiten perbankan BMRI, BBCA hingga CIMB serempak mencatatkan kinerja harga saham yang merosot pada perdagangan usai libur Lebaran, Selasa (16/4/2024).
Karyawan beraktivitas di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/3/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan beraktivitas di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/3/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten perbankan mulai dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), hingga PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) serempak mencatatkan kinerja harga saham yang merosot pada perdagangan usai libur Lebaran, Selasa (16/4/2024).

Berdasarkan data RTI Business, harga saham BMRI turun 2,93%, ditutup di level Rp6.625 pada perdagangan hari ini, Selasa (16/4/2024). Harga saham BBCA juga turun 3,56% ke level Rp9.475.

Lalu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencatatkan penurunan harga saham 5,31% ke level Rp5.350. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mencatatkan penurunan harga saham 1,89% ke level Rp5.200.

Selain bank jumbo tersebut, sejumlah emiten bank kelas kedua seperti PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) mencatatkan penurunan harga saham 3,81% ke level Rp2.020.

Harga saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) juga turun 5,56% ke level Rp2.550. Kemudian, harga sahambPT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) turun 6,67% ke level Rp1.400.

Penurunan harga saham emiten perbankan itu terjadi di tengah tren melemahnya rupiah. Mengutip data Bloomberg pukul 15.00 WIB, rupiah ditutup melemah 2,07% ke Rp16.175,5 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS menguat 0,08% ke 106,29.

Rupiah memang telah mencatatkan tren pelemahan sejak awal tahun ini. Tercatat, pada perdagangan awal tahun, per 2 Januari 2024 rupiah masih di level Rp15.390.

Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah memang memberikan sentimen negatif ke perbankan. Pelemahan nilai tukar rupiah dikhawatirkan akan mendorong inflasi, kenaikan suku bunga, dan peningkatan kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) bank.

"Bank yang banyak portofolio ke kredit produktif dan jangka waktu lama seperti kredit korporasi serta mortgage akan terasa dampaknya," tutur Trioksa kepada Bisnis pada Selasa (16/4/2024).

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova dalam risetnya menjelaskan sejumlah emiten perbankan pun diproyeksikan masih akan mencatatkan pelemahan ke depannya. BBNI misalnya dapat melemah menuju level Rp5.050 hingga Rp5.150, dari harga saat ini Rp5.200.

"BBRI juga diperkirakan dapat melanjutkan fase downtrend," tulis Ivan dalam risetnya pada Selasa (16/4/2024).

________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper