Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Komoditas Hari Ini (5/4): Kilau Emas Mulai Pudar usai Rekor, Investor Tunggu Data AS

Emas kembali melemah setelah menyentuh rekor tertinggi. Harga batu bara dan CPO juga mencatatkan pelemahan.
Ilustrasi emas batangan/ Bloomberg.
Ilustrasi emas batangan/ Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas melesu setelah menyentuh all time high sebagai efek komentar Gubernur bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve Jerome Powell. Sementara, harga batu bara dan crude palm oil (CPO) juga kompak memerah.

Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip Jumat (5/4/2024), harga emas spot melemah 0,10% atau 2,27 poin ke US$2.288,67 per troy ounce pada pukul 7.15 WIB. Kemudian, harga emas Comex kontrak Juni 2024 juga melemah 0,02% atau 0,40 poin ke US$2,308.10 per troy ounce pada pukul 7.05 WIB.

Penurunan harga emas terjadi lantaran para investor kini mempertimbangkan pernyataan dari para pengambil kebijakan di Bank Sentral AS, menjelang laporan pekerjaan penting yang akan dirilis pada Jumat waktu setempat (5/4).

Kemudian, perkembangan lain yang mempengaruhi perdagangan emas juga adalah penguatan dolar, yang mendorong emas batangan menurun sebesar 0,9% menjadi US$2.279.88 per troy ounce. Namun, walaupun mengalami penurunan, harga emas masih mendekati rekor US$2.305,64 yang dicapai pada awal sesi. 

Komentar dari para pejabat The Fed juga diperkirakan mengikuti pernyataan dari Powell, yang menuturkan bahwa kemungkinan akan tepat untuk memulai penurunan suku bunga pada tahun ini. 

Kenaikan emas juga telah membuat beberapa pengamat pasar kebingungan. Hal ini lantaran suku bunga riil AS tetap tinggi, yang biasanya menjadi penghalang bagi kenaikan harga emas batangan. 

"Saya yakin jika kita terus seperti ini, pasti ada semacam kantong udara, atau kita akan mengalami koreksi," jelas analis pasar senior di Capital.Com Inc.,Kyle Rodda.

Dia juga berpendapat bahwa tidak ada alasan fundamental yang sangat bagus dan jelas, yang dapat digunakan oleh semua orang untuk membeli komoditas tersebut. 

Harga emas batangan juga akan menghadapi “ujian” dari data nonfarm payroll (NFP) atau data penggajian nonsektor pertanian AS yang dapat mempengaruhi proyeksi suku bunga The Fed. 

Harga Batu Bara

Mengutip data Bloomberg, harga batu bara berjangka kontrak April 2024 di ICE Newcastle pada perdagangan Kamis (4/4) melesu 1,12% atau 1,45 poin ke level 128,20 per metrik ton. Kemudian, kontrak pengiriman untuk Mei 2024 juga melemah 1,90% atau 2,50 poin ke level 128,90 per metrik ton. 

Mengutip Energyworld, batu bara diproyeksikan akan terus menjadi tulang punggung sistem energi India hingga dua dekade mendatang. Penghapusan batu bara juga dinilai akan memerlukan kebijakan aktif mengenai mineral penting. 

Adapun, proyeksi tersebut muncul dari laporan Institut Manajemen India (IIM)-Ahmedabad, dengan menegaskan bahwa net zero tidak mungkin terwujud tanpa adanya tenaga nuklir yang besar dan pembangkitan energi terbarukan pada 2070. 

Kemudian, mengutip Bigmint, impor batu bara Vietnam telah meningkat sebesar 31% secara bulanan pada Maret 2024, dan mencatatkan sebesar 4,46 juta metrik ton dibandingkan dengan 3,41 juta metrik ton pada Februari 2024. 

Australia selaku eksportir terbesar Vietnam, telah menurun 13% dan mencatatkan ekspor sebesar 1,34 juta metrik ton. Ekspor batu bara Indonesia ke Vietnam melonjak signifikan sebesar 1,76 juta metrik ton dibandingkan 0,70 juta metrik ton pada 24 Februari 2024.

Halaman
  1. 1
  2. 2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper