Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BREN Milik Prajogo Pangestu Akuisisi PLTB Sidrap Rp1,6 Triliun, Intip Profilnya

PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) milik konglomerat Prajogo Pangestu, resmi mengakuisisi pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Sidrap Rp1,6 Triliun.
Pengunjung beraktivitas di dekat turbin Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, di Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sindereng Rappang, Sulawesi Selatan, Senin (15/1)./JIBI-Abdullah Azzam
Pengunjung beraktivitas di dekat turbin Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, di Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sindereng Rappang, Sulawesi Selatan, Senin (15/1)./JIBI-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Barito Wind Energy, anak perusahaan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) milik konglomerat Prajogo Pangestu, resmi mengakuisisi pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) Sidrap dengan transaksi senilai Rp1,66 triliun.

Pada 2 April 2024, PT Barito Wind Energy (BWE) telah melakukan penyelesaian pengambilan saham PLTB Sidrap. Perinciannya, pertama, transaksi 515.515 saham kelas A dan 34.368 saham kelas B yang mewakili sekitar 99,99% modal PT UPC Sidrap Bayu Energi (Sidrap 1) senilai US$101,92 juta atau setara Rp1,62 triliun.

Para penjual ialah UPC Renewables Asia Pacific Holdings Pte. Ltd, ACEN Renewables International Pte. Ltd, UPC Renewables Asia III Limited, Sidrap Limited (HK), dan Sunedison Sidrap B.V.

Kedua, transaksi 2.499 saham yang mewakiliki sekitar 99,99% dari jumlah modal PT UPC Operation and Maintenance Indonesia (OMI) dari UPCAPH dengan harga pembelian US$297.017,89 atau setara Rp4,72 miliar.

"Tujuan pengambilalihan saham Sidap 1 dan OMI untuk pengembangan usaha dan memperkuat posisi bisnis perseroan di bidang energi baru terbarukan," papar Direktur Utama BREN Hendra Soetjipto Tan dalam keterangan tertulis, Rabu (3/4/2024).

Sebelumnya Barito Wind Energy telah mencapai kesepakatan secara prinsip pada Jumat (8/12/2023) dengan UPC Renewables Asia Pacific Holdings Pte. Ltd dan ACEN Renewables International Pte. Ltd, membuka jalan untuk akuisisi 100% saham PT UPC Sidrap Bayu Energy (Sidrap).

Terletak di Sulawesi Selatan, Sidrap adalah pembangkit listrik tenaga angin pertama di Indonesia dan salah satu yang terbesar di negara ini dengan kapasitas 75 MW.

Sebagai bagian dari langkah strategis ini, akuisisi juga akan mencakup PT Operation and Maintenance Indonesia (OMI), yang memainkan peran penting dalam mendukung kegiatan operasional Sidrap.

Semua pihak mengharapkan untuk segera melakukan transaksi dengan penyelesaian yang diharapkan pada kuartal I/2024, dengan persyaratan dan persetujuan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) Indonesia.

Langkah signifikan ini menegaskan komitmen Barito Renewables untuk mendorong solusi energi berkelanjutan dan berkontribusi pada lanskap energi terbarukan Indonesia.

"Kami sangat senang mengumumkan kesepakatan in-principle akuisisi strategis ini. Hal ini menandai awal dari jejak langkah kami di bidang energi terbarukan selain panas bumi yang telah menjadi bagian integral dari portofolio kami selama puluhan tahun. Barito Renewables bertekad mendukung perjalanan Indonesia menuju pencapaian net- zero dan menyediakan energi bersih baik di dalam Indonesia maupun di luar,” kata Hendra Tan, dalam siaran pers.

Barito Renewables juga merupakan pemilik dari Star Energy Geothermal yang mengoperasikan unit-unit Wayang Windu, Salak, dan Darajat yang terletak di Jawa Barat dengan total kapasitas terpasang 886 MW.

BREN juga getol melakukan akuisisi. Pada Rabu (3/1/2024), BWE telah melakukan penyelesaian pengambilalihan atas 19.364 lembar saham atau 51% saham PT UPC Sukabumi Bayu Energi dari UPC Renewables Asia IV Ltd. dan UP Sukabumi (HK) Ltd. Total kapasitas mencapai 320 MW.

Profil PLTB Sidrap

Pada 2 Juli 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap berkapasitas 75 megawatt (MW). Ini merupakan PLTB yang pertama kali dibangun di Indonesia.

PLTB Sidenreng Rappang (Sidrap) berlokasi di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Pembangkit tenaga angin itu dikembangkan oleh UPC Renewables dengan nilai investasi US$150 juta atau sekitar Rp2,32 triliun (estimasi kurs Rp15.500 per dolar AS).

PLTB Sidrap telah beroperasi sejak 28 Maret 2018. Proyek pembangkit dari energi terbarukan itu mampu mempekerjakan hingga 550 orang.

PLTB Sidrap I merupakan pembangkit bertenaga angin skala komersial pertama di Indonesia. Penyelesaian pembangunan proyek ini dilakukan dalam waktu 2,5 tahun (Agustus 2015-Maret 2018).

Sebanyak 30 kincir angin dengan tinggi tower 80 meter dan panjang baling-baling 57 meter, masing-masing menggerakkan turbin berkapasitas 2,5 MW.

PLTB Sidrap I dapat mengaliri lebih dari 70.000 pelanggan listrik dengan daya 900 volt ampere (VA). Tingkat komponen dalam negeri (TKDN) PLTB Sidrap I ini mencapai 40%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper