Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Baru IPO, Ini Strategi Dunia Virtual (AREA) Hadapi Persaingan Bisnis Data Center

PT Dunia Virtual Online Tbk. (AREA) tengah menyiapkan strategi hadapi persaingan bisnis data center.
Jajaran direksi PT Dunia Virtual Online Tbk. (AREA) saat pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/4/2024). (Bisnis/Rizqi Rajendra)
Jajaran direksi PT Dunia Virtual Online Tbk. (AREA) saat pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/4/2024). (Bisnis/Rizqi Rajendra)

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten penyedia solusi data center dengan nama Area 31, PT Dunia Virtual Online Tbk. (AREA) tengah merancang strategi guna menghadapi persaingan di bisnis data center yang semakin marak, usai resmi melantai atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (1/4/2024).

Pasalnya, saat ini banyak emiten telekomunikasi yang juga mengembangkan bisnis data center atau pusat data, seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Indosat Tbk. (ISAT). hingga emiten milik taipan Toto Sugiri, PT DCI Indonesia Tbk. (DCII).

Direktur Utama Dunia Virtual Online, Michael Kurnia mengakui bahwa memang banyak pemain di bisnis data center di pasar modal. Namun, setelah resmi melantai di Bursa, maka perseroan akan berupaya untuk memperluas pangsa pasarnya.

“Kami melihat data center memang banyak di market, tapi masing-masing punya pangsa pasarnya tersendiri. Kami akan fokus dengan adanya penambahan modal melalui IPO ini, kami akan mengejar market-market baru, seperti AI atau provider yang memiliki kapasitas jauh lebih besar,” ujarnya di Gedung BEI, Senin (1/4/2024).

Sebagai informasi, sejauh ini perseroan memiliki tiga data center di lokasi berbeda yakni AREA31 Cimanggis, AREA31 Gedung Cyber, dan AREA31 Gedung TIFA I dan II serta mendapatkan pasokan listrik sebesar 25 MW.

Adapun, kegiatan usaha yang dijalankan perseroan saat ini adalah jasa penyewaan colocation dengan menawarkan layanan jasa utama berupa rack colocation, secure cages, dan data hall, teleport facility dan co-working office space.

Direktur Dunia Virtual Online, Edi menambahkan, sejauh ini perseroan masih fokus untuk mengembangkan data center di lokasi yang sudah ada, terutama di AREA31 Cimanggis, sehingga belum ada rencana untuk penambahan lokasi data center baru.

Tak hanya itu, dia mengatakan perseroan sudah cukup lama eksis di industri data center dengan pelanggan seperti penyedia layanan aplikasi, game online, e-commerce, hingga industri keuangan. Pangsa pasar terbesar untuk perseroan yaitu industri keuangan.

Sejalan dengan strategi tersebut, Edi mengatakan perseroan optimistis dapat mengejar pertumbuhan kinerja dobel digit hingga 30% pada 2024.

"Jadi target pertumbuhan kami di 2024 itu dobel digit, mungkin sekitar 20%-30% persen yang kami targetkan,” pungkas Edi.

Mengacu prospektus IPO, AREA melepas sebanyak-banyaknya 510 juta saham atau 20,08% dari jumlah seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan dengan nilai nominal Rp75 per saham.

Dengan harga penawaran saham perdana ditetapkan sebesar Rp131, AREA berpeluang meraih dana penawaran umum perdana saham secara keseluruhan sebanyak-banyaknya sebesar Rp66,81 miliar.

Terkait rencana penggunaan dana, sebanyak 64,17% dana IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha dalam bentuk belanja modal, dengan rincian melakukan instalasi infrastruktur penunjang baik peralatan maupun perangkat di Data Hall 2 dan 3 yang masih kosong.

Sementara itu, sekitar 35,83% dana akan ditujukan untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional perusahaan. Contohnya, untuk melakukan perawatan mechanical, electrical, plumbing (MEP) dan untuk perawatan gedung.

Hingga kuartal III/2023, AREA mencatatkan pendapatan sebesar Rp30,93 miliar atau meningkat dari tahun sebelumnya yang membukukan Rp20,9 miliar. Di sisi lain, beban pokok mencapai Rp20,15 miliar, naik secara tahunan dari posisi Rp12,27 miliar.

Pada periode tersebut, perusahaan mengantongi laba bersih tahun berjalan senilai Rp1,84 miliar. Jumlah ini naik sebesar 12,54% year-on-year (YoY) dari sebelumnya Rp1,64 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper