Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

GOTO Target EBITDA Breakeven pada 2024, Simak Strateginya

GOTO menjelaskan beberapa strategi yang akan digunakan untuk mencapai EBITDA breakeven pada 2024.
Potret pergerakan saham GOTO pada Selasa (13/12/2022). - Bloomberg/Dimas Ardian
Potret pergerakan saham GOTO pada Selasa (13/12/2022). - Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menargetkan untuk mencapai EBITDA breakeven pada tahun 2024. 

Direktur dan Chief Financial Officer GOTO Jacky Lo menjelaskan GOTO berharap dapat mencapai EBITDA yang disesuaikan impas atau breakeven secara Grup untuk keseluruhan tahun buku 2024. Secara bersamaan, GOTO akan menginvestasikan kembali pendapatan yang diperoleh kepada kegiatan bisnis GOTO secara berkelanjutan, seiring upaya menuju pertumbuhan top line. 

"Perseroan berharap dapat mencapai EBITDA yang disesuaikan breakeven secara Grup untuk keseluruhan tahun buku 2024," ujar Jacky, Selasa (19/3/2024). 

Dia melanjutkan, tujuan utama GOTO sebagai Grup adalah untuk mendorong pertumbuhan di kedua bisnis inti mereka, yakni on demand service (ODS) dan GOTO Financial (GTF). 

Jacky menuturkan pada layanan ODS, GOTO tengah membagun dasar dan melakukan investasi dalam bisnis untuk mempercepat pertumbuhan di masa depan. Menurutnya, ada tiga kunci untuk ODS ini. 

Pertama, adalah mendalami wallet share pelanggan GOTO yang sudah ada. Kedua, memperluas basis pelanggan, dan ketiga meningkatkan frekuensi transaksi dan retensi. 

Untuk GTF, Jacky memandang seharusnya dapat tumbuh dengan laju yang lebih cepat, mengingat sifat bisnis ini yang berada pada tahap awal dan memiliki potensi yang cukup dalam, dengan penetrasi pasar besar. 

"Fokus di sini adalah tumbuh melalui peningkatan basis pelanggan kami melalui inovasi produk dan juga peningkatan monetisasi kami," ucapnya dalam earning calls GOTO.

 

Jacky juga menyebut GOTO tengah mempertimbangkan untuk menginvestasikan kembali keuntungannya ke dalam bisnis secara berkelanjutan. Karena hal ini, GOTO memberikan panduan untuk mencapai EBITDA yang disesuaikan breakeven di tahun 2024. 

Sementara itu, Direktur GOTO Catherine Hindra Sutjahyo menuturkan di sisi ODS, persaingan semakin intensif, dengan bisnis ODS GOTO yang terus tumbuh di kuartal IV/2023. Meski demikian, Catherine menyebut GOTO tidak berniat untuk mendapatkan pangsa pasar melalui promosi, tetapi dengan melanjutkan inisiatif berkelanjutan. 

"Jadi tuas pertumbuhan kami adalah dengan meningkatkan produk ekonomis kami ke area yang belum terdapat penetrasi, segmen representatif, dan mendalami user wallet kami, sambil terus fokus menyingkirkan produk yang tidak dapat dijalankan," ujar Catherine.

Catherine juga menuturkan, inovasi produk hemat GOTO terus menunjukkan potensi dan sangat membantu GOTO untuk tidak hanya mendapatkan pengguna baru, tetapi juga untuk mengaktifkan kembali pengguna yang telah berpaling.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper