Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Grup GOTO Akan Luncurkan Kerja Sama dengan BFI Financial (BFIN)

GOTO menyampaikan akan meluncurkan inisiatif baru, yakni menjalin kerja sama bersama BFI Finance (BFIN).
Seorang pengemudi pengiriman Gojek mengambil pesanan PT Tokopedia di pusat pemenuhan di Jakarta, Indonesia, pada Senin, 12 Desember 2022. - Bloomberg/Dimas Ardian
Seorang pengemudi pengiriman Gojek mengambil pesanan PT Tokopedia di pusat pemenuhan di Jakarta, Indonesia, pada Senin, 12 Desember 2022. - Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menyampaikan akan meluncurkan inisiatif baru bekerja sama dengan PT BFI Financial Tbk. (BFIN). 

Wakil Direktur Utama GOTO Thomas Husted mengatakan salah satu inisiatif yang akan dijalankan oleh GOTO Financial tahun ini adalah bekerja sama dengan BFI Financial untuk memberikan kredit kendaraan bermotor terhadap mitra pengemudi Gojek. 

"Kerja sama dengan BFIN adalah pilot project dan merupakan subject to regulatory approval," ujar Thomas dalam earning calls GOTO 2024, Selasa (19/3/2024). 

Dia melanjutkan pilot project ini dilakukan secara non-eksklusif. Thomas melihat hal ini sebagai sesuatu yang menjanjikan. 

"Kami akan segera memberikan kabar ke para investor setelah kami mendapatkan hasil yang konkrit, sambil GOTO terus melangkah maju," ucap Thomas. 

Selain inisiatif ini, Thomas juga mengatakan GOTO akan segera meluncurkan layanan buy now pay later (BNPL) dengan TikTok. 

Sebagai informasi, sepanjang 2023 unit bisnis Financial Technology GOTO mencatatkan pertumbuhan topline yang kuat, seiring dengan peluncuran dan adopsi produk-produk baru.

Produk-produk tersebut mampu menjaring pengguna di dalam dan di luar ekosistem GoTo, termasuk di antaranya aplikasi GoPay, serta produk simpanan. 

Bisnis pinjaman juga tetap menjadi prioritas GOTO. Produk ini juga tumbuh secara sehat, dengan pembukuan pinjaman (loan book) pinjaman konsumen pada kuartal IV/2023 meningkat 32% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Adapun EBITDA yang disesuaikan untuk unit bisnis Financial Technology pada kuartal IV/2023 mengalami perbaikan 77% (year-on-year/yoy) dan 57% quarter-on-quarter, menjadi -Rp168 miliar, atau 0,16% dari GTV3 unit bisnis Financial Technology. Perbaikan tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan dan pengurangan insentif.

Di sisi lain, jumlah pinjaman diberikan (outstanding loan) dari bisnis pinjaman konsumen GoTo, termasuk layanan buy now pay later (BNPL) dan pinjaman tunai, pada kuartal IV/2023 tumbuh 32% quarter-on-quarter menjadi Rp1,9 triliun.

Kualitas kredit tetap terjaga baik dengan tingkat pinjaman bermasalah (non-performing loan/NPL) lebih dari 90 hari setelah jatuh tempo pada 1,3% sebagai persentase dari keseluruhan pembukuan pinjaman konsumen di bulan Desember.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper