Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bitcoin Lanjut Reli, Bappebti dan Bursa Kripto Ingatkan Investor Jangan FOMO

Investor diharapkan bisa mengambil keputusan dengan cermat serta tidak Fomo di tengah menguatnya aset kripto Bitcoin.
Warga beraktivitas di dekat logo mata uang kripto di Depok, Jawa Barat, Rabu (4/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Warga beraktivitas di dekat logo mata uang kripto di Depok, Jawa Barat, Rabu (4/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Investor dan calon investor diharapkan bisa mengambil keputusan dengan cermat dan bijak serta tidak merasa Fear Of Missing Out atau Fomo di tengah menguatnya aset kripto Bitcoin.

Seperti diketahui, aset kripto terpopuler kembali menguat setelah sempat terkoreksi sebentar dari level All-Time-High. Berdasarkan CoinMarketCap, Bitcoin saat ini berada di level US$65,925 atau setara Rp1,3 miliar, naik 5,37% dalam sepekan.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti Tirta Karma Sanjaya menyampaikan di tengah tren bullish ini, masyarakat juga perlu memastikan untuk berinvestasi di platform yang aman dan terdaftar di Bappebti.

“Hal ini penting untuk memastikan setiap transaksi dan investasi yang dilakukan masyarakat terlindungi oleh regulasi. Bappebti juga melakukan pengawasan melalui pendekatan yang komprehensif terhadap platform yang terdaftar,” ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (8/3/2024).

Mulai dari aset kripto utilitas (utility crypto) atau aset kripto beragun aset (Crypto Backed Asset) hingga metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang ditetapkan oleh Bappebti. Namun apabila masyarakat melakukan transaksi kripto di luar platform yang terdaftar di Bappebti, maka sangat disayangkan sebab perlindungan tersebut tidak didapatkan.

Alhasil, dengan berinvestasi di platform yang terdaftar di Bappebti, Tirta berharap momentum bullish ini juga dapat meningkatkan jumlah investor dan transaksi kripto di Indonesia. Dia melanjutkan pasar kripto telah melewati masa bearish dan optimisme masyarakat menjelang Bitcoin Halving juga meningkat.

Tercatat jumlah investor kripto di Indonesia telah mencapai 18,83 juta orang pada bulan Januari lalu. Dia optimistis angka ini bisa meningkat seiring dengan perkembangan positif di pasar kripto.

“Tentunya kami terus menghimbau masyarakat untuk tetap berinvestasi di platform yang aman dan terdaftar di Bappebti,” imbuhnya.

Direktur Utama PT Bursa Komoditi Nusantara (CFX) Subani menilai saat ini ekosistem industri kripto saat ini sudah lengkap. Lembaga Self-Regulatory Organizations (SRO) terdiri oleh peran bursa kripto teregulasi yakni CFX sebagai lembaga yang memastikan setiap transaksi aman dan tercatat di bursa, PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI) sebagai Lembaga Penjamin dan Penyelesaian Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) sebagai Lembaga Pengelola Tempat Penyimpanan Aset Kripto.

Kehadiran SRO yang lengkap ini juga menunjukkan kesiapan pemerintah dalam melindungi investor serta merespon tingginya minat masyarakat terhadap aset kripto. 

Subani memaparkan, per Februari 2024 terdapat 32 Calon Anggota Bursa yang terdiri dari 29 CPFAK dan 3 Non-CPFAK yang mendaftar pada 2023. Bursa bersama kedua lembaga SRO terus berkomitmen untuk memastikan pengawasan terhadap CPFAK yang terdaftar demi memberikan kenyamanan dalam berinvestasi. 

Chief Compliance Officer (CCO) Reku sekaligus Ketua Umum Aspakrindo-ABI, Robby mengatakan rally Bitcoin ini tentu dibarengi dengan meningkatnya euforia di kalangan investor, traders, dan masyarakat luas.

Berdasarkan diskusi Reku dengan para pengguna, mereka sangat antusias karena harga Bitcoin yang telah menyentuh di atas Rp 1 Miliar. Potensi meningkatnya harga di kemudian hari juga masih terbuka. Artinya, para holders Bitcoin saat ini tengah menikmati kenaikan harga ini serta menantikan Bitcoin mencetak ATH terbaru.

Selain investor dan traders, ketertarikan masyarakat luas terhadap aset kripto pun juga meningkat akibat melonjaknya harga Bitcoin. Tidak dipungkiri, performa Bitcoin turut mengundang banyak perbincangan di masyarakat. Bukan hanya di Indonesia tetapi juga skala global. Momen ini juga berpotensi menjadi departure point bagi investor baru untuk berinvestasi aset kripto. Sehingga dapat dikatakan bahwa aset kripto semakin menjadi pilihan diversifikasi investasi, bukan sekedar pelengkap saja,

Walau demikian, Robby menegaskan masyarakat untuk selalu mengingat prinsip utama dalam berinvestasi, yaitu pemahaman dan literasi. 

“Reku berharap investor dan calon investor bisa mengambil keputusan dengan cermat dan bijak. Hindari terburu-buru dan FOMO,” katanya

Dia menyarankan agar investor dan calon investor melakukan riset terlebih dahulu agar mengetahui kegunaan sebuah koin, tim pengembang, proyek, serta use-casenya. Untuk membantu investor mempertimbangkan keputusan berinvestasi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper