Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Minyak Memanas usai Houthi Serang Kapal Tanker di Laut Merah

Harga minyak mengalami kenaikan pada Senin (29/1) usai serangan rudal Houthi ke kapal tanker di Laut Merah dan proyeksi penyusutan ekspor produk turunan Rusia.
Helikopter militer Houthi melayang di atas kapal kargo Galaxy Leader saat para pejuang Houthi berjalan di dek kapal di Laut Merah dalam foto ini yang dirilis pada 20 November 2023. Media/Handout Militer Houthi melalui REUTERS
Helikopter militer Houthi melayang di atas kapal kargo Galaxy Leader saat para pejuang Houthi berjalan di dek kapal di Laut Merah dalam foto ini yang dirilis pada 20 November 2023. Media/Handout Militer Houthi melalui REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak mentah terpantau naik 1% pada hari ini, Senin (29/1/2024) usai serangan rudal Houthi menghantam kapal tanker di Laut Merah, yang dioperasikan oleh Trafigura, perusahaan berbasis di Singapura.

Tak hanya itu, harga minyak juga dipengaruhi proyeksi ekspor produk turunan dari Rusia akan mengalami penyusutan seiring dengan perbaikan sejumlah kilang usai serangan drone.

Dilansir dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent naik 83 sen ke level US$84,38 per barel setelah menyentuh level tertinggi US84,80 per barel. Sementara, minyak mentah West Texas Intermediate naik 78 sen menjadi US$78,79 per barel.

Kontrak harga minyak di kedua bursa berjangka tersebut naik untuk minggu kedua berturut-turut dan menetap pada level tertinggi dalam hampir dua bulan pada perdagangan hari Jumat (26/1/2024).

Hal ini didukung oleh kekhawatiran pasokan minyak dari Timur Tengah dan Rusia, sedangkan pertumbuhan ekonomi AS yang positif dan tanda-tanda stimulus China diperkirakan meningkatkan permintaan.

Trader komoditas Trafigura mengatakan pada Sabtu (27/1/2024) pekan lalu menyampaikan bahwa perusahaan sedang menilai risiko keamanan pelayaran ke depan di Laut Merah usai petugas kebakaran memadamkan api di sebuah kapal tanker yang diserang kelompok Houthi sehari sebelumnya.

"Pada awalnya, gangguan [Houthi] terhadap pasokan terbatas. Namun, kemudian berubah pada Jumat (26/1) usai sebuah kapal tanker minyak yang dioperasikan oleh Trafigura terkena rudal di lepas pantai Yaman," ujar analis ANZ.

Menurutnya, saat ini kapal-kapal tanker yang berhubungan dengan pihak dari AS dan Inggris berada dalam ancaman serangan kelompok Houthi. Pasar pun diperkirakan mempertimbangkan kembali risiko dari gangguan tersebut.

Adapun, menurut pedagang dan data tracking kapal LSEG Rusia diprediksi mengurangi ekspor nafta, bahan baku petrokimia, sekitar 127.500 hingga 136.000 barel per hari atau sekitar sepertiga dari total ekspor. Pengurangan ini imbas dari kebarakan yang menganggu operasi kilang di Laut Baltik dan Laut Hitam.

Pada 1 Februari 2024, para menteri dari negara anggota OPEC dan sekutunya yang dipimpin oleh Rusia atau OPEC+ akan menyelenggarakan pertemuan secara online.

Salah seorang sumber mengatakan kemungkinan OPEC+ akan memutuskan produksi minyak untuk April dan seterusnya dalam beberapa pekan mendatang. Dia menyebut pertemuan pada 1 Februari 2024 terlalu dini untuk mengambil keputusan kebijakan produksi lebih lanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Reuters
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper