Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Mitra Pack (PTMP) Tiba-tiba Melesat Usai Masuk LQ45, Cek Prospeknya

Saham PT Mitra Pack Tbk. (PTMP) tiba-tiba mengalami lonjakan pada perdagangan pagi ini, Jumat (26/1/2024) usai resmi masuk ke dalam konstituen baru Indeks LQ45.
PT Mitra Pack Tbk. (PTMP) tiba-tiba mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan pagi ini, Jumat, (26/1/2024) usai resmi masuk ke dalam konstituen baru Indeks LQ45. Dok. Perseroan.
PT Mitra Pack Tbk. (PTMP) tiba-tiba mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan pagi ini, Jumat, (26/1/2024) usai resmi masuk ke dalam konstituen baru Indeks LQ45. Dok. Perseroan.

Bisnis.com, JAKARTA — Saham emiten pengemasan, PT Mitra Pack Tbk. (PTMP) tiba-tiba mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan pagi ini, Jumat, (26/1/2024) usai resmi masuk ke dalam konstituen baru Indeks LQ45.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan evaluasi mayor terhadap konstituen indeks LQ45 periode 1 Februari hingga 31 Juli 2024. Ada empat saham yang baru masuk ke indeks paling likuid di BEI.

Mengacu pengumuman BEI Kamis (25/1/2024) keempat saham pendatang baru LQ45 yaitu PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) dan PT Mitra Pack Tbk. (PTMP).

Secara kapitalisasi pasar atau market cap, PTMP jauh lebih kecil dibanding ketiga emiten pendatang baru lainnya. Market cap PTMP sebesar Rp823,99 miliar, sedangkan MBMA sebesar Rp68,58 triliun, PGEO Rp54,85 triliun, dan MTEL Rp55,98 triliun.

Saham, PTMP memiliki rasio free float sebesar 22,99% dan memiliki bobot sangat kecil terhadap indeks LQ45 yaitu 0,01%. Secara valuasi, saham PTMP memiliki PER 110,10 kali, dengan PBVR 4,94 kali.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, saat ini pergerakan PTMP sedang berada di fase uptrendnya dan pada perdagangan pagi ini masih disertai dengan munculnya volume pembelian.

Terbukti, pada Jumat, (26/1/2024) pukul 10.00 WIB atau dalam 1 jam perdagangan, saham PTMP langsung melesat 14,04% atau 32 poin ke level Rp260. Saham PTMP diperdagangkan sebanyak 90,02 juta saham, dengan frekuensi 21.192 kali. Alhasil, nilai transaksi tembus Rp22,56 miliar pagi ini.

"Dari indikator lain seperti MACD dan Stochastic masih menunjukkan tanda lanjutan penguatan. Apabila saham PTMP mampu break Rp260 kembali, maka akan menuju ke Rp270-Rp284," ujar Herditya kepada Bisnis, Jumat, (26/1/2024).

Lebih lanjut dia mengatakan, adanya rebalancing indeks LQ45 tersebut diperkirakan akan berdampak pada pergerakan harga sahamnya, dan tentu juga ada rebalancing juga pada portfolio institusi seperti aset manajemen.

MNC Sekuritas tidak memberikan rekomendasi terhadap saham PTMP, sedangkan untuk saham MBMA direkomendasikan buy on weakness dengan target harga Rp720-Rp780 per saham.

"Rekomendasi buy on weakness untuk PGEO dengan target price Rp1.340-Rp1.400, dan speculative buy untuk saham MTEL dengan target Rp675-Rp705 per saham," pungkasnya.

Tercatat, saham MBMA milik konglomerat Garibaldi Boy Thohir memiliki rasio free float 28,46% dan memiliki bobot 1,13% terhadap indeks.

Selanjutnya, saham menara MTEL memiliki rasio free float 15,52% dan memiliki bobot 0,48% terhadap indeks. Lalu, saham PGEO memiliki rasio free float 10% dan memilki bobot 0,29% terhadap indeks.

Sementara itu, saham PT Indika Energy Tbk. (INDY), PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) milik konglomerat Prajogo Pangestu terdepak dari Indeks LQ45.

_________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper