Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah, Saham ICBP, ANTM, JSMR Tetap Perkasa

Meski Indeks Bisnis-27 melemah bersama IHSG, saham ICBP, ANTM, JSMR masih perkasa
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Selasa (19/9/2023). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Selasa (19/9/2023). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (19/1/2024). Di tengah penurunan ini, saham ICBP, ANTM, JSMR masih perkasa.

Berdasarkan data Investing, indeks hasil kerja sama Bursa dengan Bisnis Indonesia tersebut ditutup melemah sebesar 0,36% atau 2,19 poin menuju level 601,16.

Dari total 27 konstituen yang masuk dalam Indeks Bisnis-27, sebanyak 14 saham parkir di zona hijau, sementara 15 saham menurun, dan 2 saham jalan di tempat alias stagnan.

Saham yang menguat antara lain PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) naik 2,44% ke posisi Rp11.550 per saham, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menguat 1,54% ke Rp1.645, dan saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) menguat 1,50% ke Rp4.750.

Selanjutnya ada saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) yang naik 1,30% menuju level Rp1.945, disusul saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) tumbuh 1,12% ke Rp2.700, dan saham PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) naik 0,93% menuju Rp1.625.

Adapun saham yang melemah adalah PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) turun 3,17% ke Rp1.830, lalu PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) melemah 1,82% menuju Rp3.240 dan saham PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) turun 1,58% ke Rp1.555.

Selanjutnya saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) melemah 1,22% menuju level Rp2.430 per lembar, saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) turun 1,21% ke Rp4.080, dan saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) mengalami penurunan 1,11% ke Rp26.800.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,35% menuju level 7.227,40. Sebanyak 196 saham bertengger di zona hijau, lalu 327 saham menurun, dan 238 saham stagnan. Total market cap tercatat mencapai Rp11.455,90 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper