Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Teknologi Berpeluang Membaik, GOTO, BUKA, hingga EMTK jadi Pilihan

Analis melihat tiga saham di sektor teknologi seperti GOTO, BUKA, hingga EMTK dapat dicermati.
Warga menggunakan aplikasi Bukalapak di Jakarta, Selasa (18/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Warga menggunakan aplikasi Bukalapak di Jakarta, Selasa (18/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Saham-saham di sektor teknologi berpeluang mengalami perbaikan tahun ini, didukung oleh sentimen ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral. Beberapa saham seperti GOTO, BUKA, hingga EMTK dapat menjadi pilihan.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan sektor teknologi menjadi salah satu sektor yang mengalami perbaikan secara benchmark. 

"Sentimen positifnya berasal dari rendahnya suku bunga yang mendorong daya beli masyarakat," kata Nafan, Jumat (12/1/2024). 

Dia menjelaskan, penerapan soft landing policy oleh bank sentral akann memberikan dorongan untuk daya beli masyarakat. Menurutnya, hal tersebut dapat memberikan kinerja dan meningkatkan permintaan di sektor teknologi. 

Sementara itu, lanjut Nafan, tantangan untuk sektor ini menurutnya datang dari implementasi kebijakan extention monetary policy

Adapun, Nafan memberikan rekomendasi tiga saham teknologi, yakni EMTK dengan rekomendasi akumulasi. Target harga atau target price saham EMTK menurutnya dapat berada pada level Rp600-Rp660. 

Kemudian akumulasi untuk saham GOTO, dengan target harga Rp97-Rp116. Saham terakhir yakni akumulasi untuk BUKA dengan target harga Rp218-Rp268 per saham.

Sementara itu, Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Christopher Rusli menuturkan emiten-emiten di sektor teknologi akan terkena dampak sikap dovish dari bank sentral AS.  

"Dengan adanya sinyal dovish dari The Fed, kami lebih positif pandangannya terhadap saham-saham teknologi. Kalau ada sinyal dovish ini, biasanya saham-saham teknologi ini cenderung naik," ucap Christopher belum lama ini.  

Christopher juga melihat tahun 2024 dapat menjadi kebangkitan bagi indeks sektoral teknologi. Dia memperkirakan akan banyak perusahaan teknologi yang melakukan IPO di tahun ini.  

Dia mencermati, venture capital deals memang turun pada 2023, tetapi pada 2019-2021 venture capital deals masih tergolong cukup tinggi. 

Menurutnya, investor pada VC ingin melihat investasi mereka terrealisasi. Christopher menuturkan, salah satu metode yang paling mudah untuk merealisasikan investasi mereka di Indonesia adalah dengan IPO.  

"Jadi investasi yang diterima perusahaan teknologi pada 2019, mereka harus IPO di 2023-2024. Jadi ekspektasinya di tahun 2024 ada potensi IPO," tuturnya.

Dengan IPO perusahaan teknologi ini, saham-saham teknologi diharapkan dapat terangkat. Dengan demikian, indeks sektoral teknologi bisa terangkat naik lagi.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper