Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Daftar 14 BUMN Sakit yang Berpeluang Ditutup Erick Thohir Tahun Ini

Kementerian BUMN yang dinakhodai Erick Thohir membuka peluang untuk menutup kembali perusahaan-perusahaan pelat merah yang bermasalah pada 2024.
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) didampingi Wakil Menteri BUMN I Kartika Wirjoatmodjo (kiri) dan Wakil Menteri BUMN II Rosan Roeslani (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/9/2023). Rapat tersebut menyetujui penyesuaian rencana kerja dan anggaran (RKA) Kementerian BUMN Tahun 2024 dengan pagu anggaran sebesar Rp308,016 miliar. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) didampingi Wakil Menteri BUMN I Kartika Wirjoatmodjo (kiri) dan Wakil Menteri BUMN II Rosan Roeslani (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/9/2023). Rapat tersebut menyetujui penyesuaian rencana kerja dan anggaran (RKA) Kementerian BUMN Tahun 2024 dengan pagu anggaran sebesar Rp308,016 miliar. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian BUMN yang dinakhodai Erick Thohir membuka peluang untuk menutup kembali perusahaan-perusahaan pelat merah yang 'sakit' pada 2024. Tercatat, ada 14 BUMN yang dinilai bermasalah.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyatakan bahwa pihaknya terus membuka peluang untuk menutup perusahaan pelat merah yang sakit sepanjang tahun ini.

“Itu yang tadi saya bilang, kalau bisa diperbaiki tetapi tidak bisa ditransformasi, kami akan tambah penutupan lagi. Namun, kami akan lihat sampai 9 bulan ini seperti apa,” ujar Kartika atau akrab disapa Tiko di Jakarta, Senin (8/1/2024).

Kendati demikian, Tiko menyebutkan bahwa sejauh ini Kementerian BUMN masih mengkaji peluang penutupan tersebut. Diketahui, saat ini terdapat 14 BUMN yang dinilai bermasalah.

PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA mencatat 14 BUMN tersebut adalah PT Amarta Karya (Persero), PT Barata Indonesia (Persero), PT Boma Bisma Indra (Persero), PT Djakarta Lloyd (Persero), dan PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero).

Selanjutnya, PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero), PT Industri Kapal Indonesia (Persero), PT Indah Karya (Persero), PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero), PT Semen Kupang (Persero), dan PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero).

Selain itu, perusahaan pelat merah yang sakit lainnya adalah Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), PT Primissima (Persero), dan PT Varuna Tirta Prakasya (Persero).

“Belum tahu [perusahaan yang ditutup] kan masih dikaji. Banyak [BUMN sakit] di PPA, ada 14 perusahaan lagi yang kita kaji,” kata Tiko. 

Kementerian BUMN diketahui telah melakukan sederet aksi korporasi sebagai langkah transformasi, seperti holdingisasi, merger, klasterisasi, hingga penutupan BUMN bermasalah.

Hasilnya, saat ini jumlah BUMN hanya tersisa 45 perusahaan. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode Oktober 2023 yang masih berjumlah 65 perusahaan. Tahun ini, jumlah perusahaan pelat merah ditargetkan berjumlah di bawah 40.

Profil 14 BUMN Bermasalah yang saat ini menjadi pasien PPA:

1. PT Amarta Karya (Persero) 

Keberadaan PT Amarta Karya (Persero) memiliki sejarah panjang. Pada 1960 NV Lindeteves Stokvis dan FaDe Vries Robbe yang berdomisili di Semarang bergabung menjadi Robbe Linde & Co yang bergerak dalam pembuatan konstruksi baja. 

Pada tahun 1962, perusahaan tersebut dinasionalisasi menjadi PN Amarta Karya yang bergerak dalam bidang usaha yang sama. Pada 1972, status PN Amarta Karya ditransformasikan menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) yang berkedudukan di Jakarta. 

Pada saat itu, perusahaan memperluas lini bisnisnya menjadi konstruksi di bidang pekerjaan sipil, listrik dan mekanik di samping bidang konstruksi dan fabrikasi baja yang telah menjadi bisnis intinya sejak awal. 

2. PT Barata Indonesia (Persero) 

PT Barata Indonesia (Persero) merupakan salah satu BUMN dengan kepemilikan saham 100% oleh pemerintah Republik Indonesia yang yang bergerak di bidang industri manufaktur guna mendukung sektor food, energy, dan water

Barata Indonesia didirikan pada 1971 berdasarkan PP No. 3/1971 dengan Akta Notaris E. Pondaag No. 35/1971, terakhir diperbarui dengan Akta Notaris Herawati No. 01/2017 jo. No. 06/2020. Barata Indonesia mengalami beberapa tahapan transformasi sejak berdiri. 

Berawal dari cikal bakal perusahaan oleh seorang Belanda yaitu NV BRAAT pada 1901 hingga saat ini menjadi 100% milik negara telah terjadi perubahan yang signifikan, tetapi memiliki benang merah bidang usaha yang menjadi unggulan bagi perusahaan. 

3. PT Boma Bisma Indra (Persero) 

Perusahaan ini memulai sejarahnya sebagai NV De Bromo, NV De Industrie, dan NV De Vulkaan, yang masing-masing didirikan pada tahun 1865, 1878, dan 1918. 

Pada 1957, pemerintah Indonesia menasionalisasi ketiga perusahaan tersebut dan menetapkan ketiganya menjadi perusahaan negara (PN) masing-masing dengan nama PN Boma, PN Bisma, dan PN Indra. 

Kemudian, ketiga perusahaan tersebut digabung pada tahun 1971 untuk membentuk perusahaan ini dan diperingati sebagai tahun kelahiran PT Boma Bisma Indra.

Pada tahun 1974, Boma menjalin perjanjian lisensi dengan Stork Werkspoor asal Belanda untuk mengembangkan kemampuan merancang, membuat, dan menyelesaikan pembangunan pabrik gula, pabrik kelapa sawit, ketel uap, dan bejana tekan. 

4. PT Djakarta Lloyd (Persero) 

PT Pelayaran Samudera Djakarta Lloyd (Persero) adalah sebuah BUMN yang bergerak di bidang pelayaran dan logistik. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga 2020, perusahaan ini memiliki kantor cabang di Tanjung Priok, Surabaya, Sibolga, Bitung, Semarang, Banyuwangi, Benoa, Berau, Panjang, dan Pangkalan Susu. 

5. PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) 

PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) atau biasa disingkat menjadi DKB, adalah BUMN yang bergerak di bidang pembuatan dan perbaikan kapal. 

Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, perusahaan ini memiliki sembilan galangan yang terletak di Jakarta, Sabang, Batam, Palembang, Cirebon, Semarang, dan Banjarmasin. 

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1964 sebagai sebuah perusahaan negara (PN) dengan nama PN Kodja. Modal awal perusahaan ini berupa satu unit galangan dan tiga unit gudang di Koja, Jakarta Utara yang sebelumnya dikelola oleh Departemen Perhubungan. 

Pada tahun 1972, pemerintah Indonesia mengubah status perusahaan ini menjadi Persero dengan nama PT Galangan Kodja Indonesia (Persero). Pada 1979, pemerintah menggabungkan Perkapalan & Dok Lirmanjaya ke dalam perusahaan ini. 

6. PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) 

PT Dok & Perkapalan Surabaya (Persero) atau disingkat menjadi DPS, adalah sebuah BUMN yang bergerak di bidang pembuatan dan perbaikan kapal. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, perusahaan ini memiliki empat dok terapung di Surabaya.

7. PT Industri Kapal Indonesia (Persero) 

PT Industri Kapal Indonesia (Persero) merupakan BUMN yang bergerak di bidang pembuatan dan perbaikan kapal. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, perusahaan ini memiliki galangan di Makassar dan Bitung. 

8. PT Indah Karya (Persero) 

Perusahaan ini didirikan di Bandung pada 1 Mei 1936 dengan nama NV Ingenieurs Bureau Ingenegeren-Vrijburg (IBIV) oleh Ir. A.C. Ingenegeren dan Ir. G.S. Vrijburg. Perusahaan tersebut kemudian menjadi salah satu perusahaan konstruksi paling produktif pada saat itu, dengan mengerjakan sekitar 700 proyek mulai tahun 1936 hingga 1957. 

Sejumlah bangunan penting yang dirancang perusahaan ini meliputi hanggar pesawat terbang di Bandung, Jakarta, dan Madiun (1938), pabrik Kertas Leces di Probolinggo (1938), dan Fakultas Pertanian Universitas Indonesia di Bogor (kini kampus IPB Baranangsiang).

Pada tahun 1961, pemerintah resmi menasionalisasi perusahaan ini dan menetapkan perusahaan ini menjadi sebuah perusahaan negara (PN) dengan nama PN Indah Karya. Pada 1971, pemerintah mengubah status perusahaan ini menjadi persero. 

9. PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) 

PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau biasa disingkat menjadi INTI, adalah sebuah BUMN yang terutama bergerak di bidang produksi peralatan telekomunikasi. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, perusahaan ini juga memiliki kantor cabang di Jakarta. 

10. PT Semen Kupang (Persero) 

Pabrik semen ini dibangun pada 22 Desember 1980, dan merupakan satu-satunya pabrik semen berskala kecil yang menggunakan tungku tegak di Indonesia. 

Pabrik berkapasitas 120.000 ton per tahun itu, diresmikan penggunaannya oleh Presiden Soeharto pada 14 April 1984 untuk beroperasi secara komersial. 

Tujuan didirikannya pabrik semen tersebut, untuk melaksanakan dan menunjang kebijakan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya industri persemenan dan industri kimia dasar lainnya.

11. PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) 

PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) atau Persero Batam adalah BUMN yang melaksanakan pembangunan atau pembiayaan pembangunan prasarana dan sarana lainnya yang diperlukan untuk menunjang kegiatan industri arus lalu lintas barang dan perdagangan, serta sarana pelabuhan laut dan udara di Pulau Batam.

12. Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) 

Perum Percetakan Negara Republik Indonesia atau biasa disingkat menjadi PNRI adalah BUMN yang bergerak di bidang percetakan. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, perusahaan ini memiliki 11 kantor cabang yang tersebar di seantero Indonesia. 

Perusahaan ini memulai sejarahnya pada masa pendudukan Belanda di Indonesia, tepatnya pada 1809 dengan nama Landsdrukkerij. Tujuan pendirian perusahaan ini untuk mencetak dokumen resmi negara, seperti berita negara dan lembaran negara. 

13. PT Primissima (Persero) 

PT Primissima (Persero) adalah BUMN yang bergerak di bidang produksi kain berbahan baku kapas. Pabrik dan kantor pusat perusahaan ini terletak di Caturharjo, Sleman. 

Perusahaan ini didirikan pada 1971 sebagai sebuah perusahaan patungan antara pemerintah Indonesia dengan Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI), di mana pemerintah memegang 52,79% saham perusahaan ini, sementara GKBI menggenggam sisanya.

14. PT Varuna Tirta Prakasya (Persero) 

PT Varuna Tirta Prakasya (Persero) atau VTP adalah perusahaan layanan logistik milik pemerintah Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta. Perusahaan ini didirikan pada 7 Mei 1947 dengan nama Fa Veem Combinatie Tandjoeng Priok. 

Berdasarkan Akta Notaris Imas Fatimah SH No. 6 tanggal 7 Januari 1977, P.N. VTP diubah lagi bentuk badan hukumnya menjadi "Persero" yaitu P.T. Varuna Tirta Prakasya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper