Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten CPO Jagoan Lo Kheng Hong Catat Pertumbuhan Produksi

Emiten CPO andalan Lo Kheng Hong, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT), mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional.
Annisa Kurniasari Saumi,Hafiyyan
Kamis, 21 Desember 2023 | 07:15
Potret area perkebunan emiten CPO andalan Lo Kheng Hong, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT).
Potret area perkebunan emiten CPO andalan Lo Kheng Hong, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT).

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten CPO andalan Lo Kheng Hong, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT), mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional sepanjang Januari-Oktober 2023.

Dalam laporan operasional ANJT, pada Januari-Oktober 2023 jumlah area perkebunan kelapa sawit yang dimiliki perusahaan mencapai 154.650 hektare (ha). Jumlah area tertanam inti (milik sendiri) 45.578 ha, dan plasma (kemitraan) mencapai 5.005 ha.

Perincian luasan area tertanam terbagi atas 5 lokasi perkebunan, yakni Pulau Belitung 14.299 ha, Sumatera Utara I 9.345 ha, Sumatera Utara II 7.752 ha, Sumatera Selatan 724 ha, Kalimantan Barat 9.051 ha, dan Papua Barat Daya 7.407 ha.

"Jumlah area yang ditanam kembali di Belitung dan Binanga [Sumatera Utara I] per Oktober 2023 mencapai 10.389 ha," dikutip dari laporan tersebut.

Sementara itu, luasan area tanaman yang menghasilkan mencapai 43.400 ha kebun inti, dan 4.947 ha kebun plasma. Luasan kebun produktif naik dari posisi per Oktober 2022 masing-masing 42.441 ha dan 4.123 ha.

ANJT pun mencatatkan pertumbuhan produksi. Produksi tandan buah segar per Oktober 2023 mencapai 736.089 ton, naik 5,13% year on year (yoy) dari 700.109 ton per Oktober 2022.

Produksi CPO juga meningkat 3,88% menjadi 237.861 per Oktober 2023, dibandingkan dengan sebelumnya 228.964 ton. Sementara itu, produksi palm kernel (PK) turun menjadi 43.576 ton dari sebelumnya 45.700 ton, tetapi produksi palm kernel oil (PKO) naik menjadi 1.084 ton dari sebelumnya 886 ton.

"Rerata ekstraksi minyak kelapa sawit [OER] naik menjadi 20,7% per Oktober 2023 dari 20,3% per Oktober 2022," tulis laporan ANJT.

Kinerja ANJT Kuartal III/2023

Direktur Keuangan ANJT Nopri Pitoy dalam keterangan resminya menjelaskan ANJT membukukan total pendapatan sebesar US$176,7 juta pada 9 bulan 2023 atau setara Rp2,8 triliun. Pendapatan ini menurun 12,5% dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya sebesar US$201,8 juta.

"Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh lebih rendahnya harga jual rata-rata CPO, PK dan PKO," kata Nopri, Selasa (1/11/2023).

Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk ANJT juga turun menjadi US$610.307 atau setara Rp9,6 miliar, dari US$21,3 juta pada periode yang sama pada tahun lalu. Laba bersih ini turun 97,14% secara tahunan.

Namun, jika dilihat secara kuartalan, laba bersih ANJ mengalami pertumbuhan yang positif. ANJT mencatat laba bersih sebesar USD5,1 juta pada 3 bulan di kuartal III/2023. Laba bersih ini meningkat dari kuartal II/2023 dengan rugi bersih sebesar US$1,1 juta.

Peningkatan laba bersih terutama disebabkan oleh produksi dan penjualan yang lebih baik pada kuartal III 2023. Sehingga menghasilkan rasio marjin laba bersih (NPM) sebesar 8,2% pada kuartal III/2023, meningkat dari -1,7% pada kuartal II/2023.

Hingga akhir September 2023, ANJT mencatatkan peningkatan produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 5,8% menjadi 654.997 mt dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu, yaitu sebesar 619.311 mt.

Peningkatan produksi tersebut terutama dikontribusi oleh perkebunan di Pulau Belitung sebesar 185.698 mt, yang didorong oleh produktivitas yang tinggi dari tanaman-tanaman kelapa sawit muda hasil penanaman kembali (replanting).

Lebih lanjut, perkebunan muda ANJT di Papua Barat Daya menyumbangkan total produksi TBS sebesar 91.228 mt, meningkat 13,0% dibandingkan produksi TBS pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan produksi ini sejalan dengan peningkatan produksi dari tanaman muda yang baru menghasilkan serta perbaikan akses jalan dan infratruktur.

Hingga 30 September 2023, ANJT mencatat kemajuan atas komitmennya dalam pengembangan perkebunan plasma masyarakat dengan mengalokasikan tambahan 716 Ha lahan inti di perkebunan Papua Barat Daya untuk koperasi-koperasi plasma, sehingga total lahan plasma yang telah dialokasikan di perkebunan tersebut seluas 1.618 Ha.

Selain itu, pertumbuhan produksi TBS juga terjadi di dua perkebunan ANJT yang memasuki profil usia tanaman prima, yaitu perkebunan Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan.

"Kami memperkirakan tren positif produksi TBS akan terus berlanjut pada kuartal terakhir tahun 2023 ini. Kami juga berharap dapat mencatatkan pencapaian baru dalam produksi TBS pada tahun 2025," ujar Nopri.

Menurutnya, target tersebut didukung oleh kemajuan yang sangat baik atas proyek lateralisasi jalan di perkebunan Papua Barat Daya, serta produktivitas yang lebih baik dari tanaman hasil replanting di perkebunan Sumatera Utara I dan Pulau Belitung.

Peningkatan produksi TBS tersebut mendorong pertumbuhan produksi CPO menjadi 212.221 mt sepanjang periode 9 bulan 2023, meningkat 3,9% dibandingkan capaian produksi pada periode yang sama tahun lalu, yaitu sebesar 204.220 mt.

Sementara itu, produksi Palm Kernel (PK) mengalami penurunan sebesar 4,4% menjadi 38.930 mt dibandingkan periode sama pada tahun lalu, yaitu sebesar 40.720 mt. Adapun produksi Palm Kernel Oil (PKO) pada 9 bulan 2023 meningkat sebesar 43% menjadi 1.084 mt dibandingkan dengan pada periode yang sama tahun lalu, yaitu sebesar 758 mt.

Seiring pertumbuhan produksi TBS dan CPO yang positif, ANJT juga mencatat peningkatan volume penjualan CPO sebesar 7,9% menjadi 212.816 mt dibandingkan periode sama tahun lalu, yaitu sebesar 197.216 mt.

Selain itu, ANJ juga berhasil menjual PKO sebanyak 1.049 mt yang meningkat sebesar 145,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 428 mt. Namun, volume penjualan PK di 9M2023 mengalami penurunan sebesar 2,0%, sejalan dengan penurunan produksi PK.

Sebagai catatan, Lo Kheng Hong merupakan salah satu pemegang saham publik terbesar ANJT dengan porsi kepemilikan 0,15% dari seluruh saham yang beredar atau setara 5,11 juta saham per akhir 2022. Posisi Lo Kheng Hong berada di peringkat ketiga investor publik setelah PT Prudential Life Assurance sebesar 2,45% dan Budi Yasa 0,73%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper