Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten CPO Jagoan Lo Kheng Hong ANJT Bangun PLTS, Reduksi 422 Ton Karbon

Emiten sawit favorit Lo Kheng Hong, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) melalui anak usahanya PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT) mengembangkan PLTS.
Emiten sawit favorit Lo Kheng Hong, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) melalui anak usahanya PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT) mengembangkan PLTS.
Emiten sawit favorit Lo Kheng Hong, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) melalui anak usahanya PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT) mengembangkan PLTS.

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten sawit favorit Lo Kheng Hong, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) melalui anak usahanya PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT) bekerja sama dengan SUN Energy untuk mengembangkan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

PLTS akan dipasang di atap pabrik GMIT di Jember, Jawa Timur yang memproduksi edamame. Adapun kerja sama itu merupakan bagian dari komitmen ANJ untuk mengurangi dampak lingkungan dan mengoptimalisasi energi terbarukan, dalam menjalankan serta mendukung kegiatan operasionalnya.

ANJT menargetkan untuk mencapai nol emisi karbon melalui pengurangan pemakaian sumber energi fosil sebesar 20 persen pada tahun 2023. Selain itu, ANJT akan meningkatkan portofolio penggunaan energi terbarukan hingga lebih dari 65 persen pada tahun 2025.

Berdasarkan keterangan resmi, Kamis (19/10/2023) sistem PLTS yang dipasang di atap gedung GMIT diperkirakan mampu menyuplai 15 persen kapasitas listrik di kawasan operasional atau estimasi sebesar 468.658 kWh per tahun.

Sementara itu, estimasi emisi karbon yang direduksi sebesar 422 ton per tahun, dengan estimasi pohon yang tertanam sebanyak 13.122 pohon per tahun.

Direktur Utama GMIT Imam Wahyudi mengungkapkan, kehadiran sistem PLTS menjadi salah satu implementasi konkret dari strategi untuk mengintegrasikan aspek environment social governance (ESG), ke dalam proses bisnis yang telah dicanangkan perusahaan.

Di tengah urgensi perubahan iklim, Grup ANJ berpendapat, sektor agribisnis telah membuktikan perannya dalam mengurangi dampak terhadap lingkungan, yakni dengan mengoptimalisasi sumber energi terbarukan.

“Melalui kolaborasi ini, kami berupaya untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan emisi gas rumah kaca, sekaligus mengurangi biaya energi dalam jangka panjang. Proyeksi penurunan emisi karbon adalah sekitar 422 Ton CO2 setiap tahunnya yang setara dengan 13.122 pohon,” kata Imam dalam keterangan resmi, Kamis (19/20/2023).

Deputy CEO SUN Energy Dion Jefferson menjelaskan bahwa tren implementasi PLTS, khususnya di Jawa Timur mengalami peningkatan. Instalasi PLTS di atap Gedung GMIT pun memperlihatkan bahwa PLTS semakin diminati, serta dapat bekerja secara efisien di berbagai sektor industri, termasuk agribisnis.

“SUN Energy terus mendorong perusahaan ritel lainnya untuk meningkatkan proporsi penggunaan energi terbarukan melalui energi surya sehingga setiap produk yang dikonsumsi oleh masyarakat bisa diakui sebagai produk yang diproduksi dari sumber energi ramah lingkungan,” kata Dion.

SUN Energy melihat peluang besar bagi pemerintah dan para pelaku industri untuk mengedukasi masyarakat terkait penggunaan sumber energi terbarukan, dan produk ramah lingkungan. Masyarakat dapat diedukasi melalui simbol atau ikon pada label pangan produk kemasan.

“Jika masyarakat terbiasa melihat ikon energi ramah lingkungan, masyarakat jadi lebih familiar dengan pemanfaatan energi surya. Kami juga berharap masyarakat dapat mengapresiasi produk ramah lingkungan serta mengajak lebih banyak orang untuk peduli lingkungan,” pungkas Dion.

Sebagai catatan, Lo Kheng Hong merupakan salah satu pemegang saham publik terbesar ANJT dengan porsi kepemilikan 0,15 persen dari seluruh saham yang beredar atau setara 5,11 juta saham per akhir 2022. Posisi Lo Kheng Hong berada di peringkat ketiga investor publik setelah PT Prudential Life Assurance sebesar 2,45 persen dan Budi Yasa 0,73 persen. (Daffa Naufal Ramadhan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper