Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Puradelta Lestari (DMAS) Tangkap Peluang Ekspansi Manufaktur

Emiten pengelola kawasan industri, PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) menangkap peluang ekspansi manufaktur Indonesia yang masih menguat.
Pintu masuk Kawasan Industri Greenland International Industrial Center, kawasan industri yang dikelola PT Puradelta Lestari Tbk. Sebagian besar saham Puradelta dimiliki oleh Grup Sinarmas./puradelta
Pintu masuk Kawasan Industri Greenland International Industrial Center, kawasan industri yang dikelola PT Puradelta Lestari Tbk. Sebagian besar saham Puradelta dimiliki oleh Grup Sinarmas./puradelta

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten Grup Sinar Mas pengelola kawasan industri, PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) menangkap peluang ekspansi manufaktur Indonesia yang masih menguat di tengah berbagai tantangan ekonomi global hingga kondisi pasar dalam negeri.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS Tondy Suwanto mengatakan industri manufaktur ikut berkontribusi dalam penyerapan lahan kawasan industri Deltamas di Cikarang, Bekasi. 

"Manufaktur menyerap lahan sekitar 40%, ini membuktikan bahwa di tengah berbagai tantangan, industri manufaktur juga menyumbang pertumbuhan," kata Tondy kepada Bisnis, Selasa (5/12/2023). 

Adapun, manufaktur yang menyerap lahan terbanyak yakni industri otomotif hingga Fast Moving Consumer Goods (FMCG). Disusul oleh permintaan lahan industri dari data center sebesar 30-35%. 

Dia melihat peluang bagi industri manufaktur yang masih resilien dari segi ketersediaan pasar dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5%. Sementara, permintaan data center pun tumbuh didorong transformasi digital dan penetrasi internet yang terus meningkat.

Lebih lanjut, Tondy optimistis permintaan dari berbagai industri akan terus berkontribusi dalam penyerapan lahan pada 2024. Hal ini dibuktikan dengan tingginya inquiries DMAS. 

"Para investor yang masuk di kawasan industri umunnya bersifat jangka panjang jadi kami optimis 2024 tetap prospektif terbukti inquiries di kami masih baik," ujarnya. 

Namun, untuk mendongkrak optimalisasi penyerapan lahan, Tondy meminta pemerintah untuk memberikan kepastian yang mumpuni, misalnya membentuk Undang-undang tentang Kawasan Industri. 

"Selain itu ketersedian sumber daya air dan kemudahan berusaha juga perlu ditingkatkan untuk mendukung daya saing industri," imbuhnya.

Untuk diketahui, marketing sales DMAS hingga kuartal III/2023 mencapai Rp1,37 triliun atau sekitar 76% dari target tahun ini sebesar Rp1,8 triliun. 

Adapun, luasan lahan industri yang terserap sebesar 39,10 hektare, hampir serupa dengan tahun lalu tetapi secara nilai lebih besar hampir 5%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper