Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Emas Tinggalkan Level US$2.000, Pasar Menunggu Pidato The Fed

Harga emas di pasar spot turun 0,7% menjadi US$1,979.19 per troy ounce pada perdagangan Senin (6/11/2023) waktu setempat.
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. Harga emas mengalami pergerakan ekstrim pada pekan ini yang mana sempat turun ke level US$1.800 per ons beberapa hari setelah memecahkan rekor harga tertinggi./Bloomberg
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. Harga emas mengalami pergerakan ekstrim pada pekan ini yang mana sempat turun ke level US$1.800 per ons beberapa hari setelah memecahkan rekor harga tertinggi./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas melemah pada penutupan perdagangan Senin (6/11/2023) waktu setempat lantaran imbal hasil obligasi pemerintah AS naik. Investor juga cenderung hati-hati saat mereka bersiap menghadapi pidato Ketua The Fed Jerome Powell pada pekan ini untuk mendapatkan kejelasan mengenai arah suku bunga AS.

Harga emas di pasar spot turun 0,7% menjadi US$1,979.19 per troy ounce pada perdagangan Senin (6/11/2023), setelah naik di atas level utama US$2.000 pada Jumat (3/11/2023). Emas berjangka AS ditutup 0,5% lebih rendah pada $1,988.60 per troy ounce.

“Selera risiko sedikit lebih baik dan tidak ada perkembangan besar yang mengejutkan dari perang Israel-Hammas, dan hal ini menghilangkan sedikit penawaran safe-haven untuk emas dan perak,” kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, mengutip Reuters, Selasa (7/11/2023).

Harga emas batangan telah naik lebih dari 7% pada Oktober 2023 karena konflik Timur Tengah meningkatkan permintaan safe-haven.

Indeks-indeks utama Wall Street berubah negatif setelah naik tipis sebelumnya, sementara imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik, karena investor terus memantau setidaknya sembilan anggota Fed yang akan menyampaikan pidato minggu ini, termasuk Jerome Powell pada 9 November 2023.

Para investor memperkirakan 90% kemungkinan The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada Desember 2023, menurut alat pengukur CME FedWatch.

“Peningkatan pasar emas dan perak memiliki sedikit amunisi karena ekspektasinya adalah tidak akan ada kenaikan suku bunga lebih lanjut, yang menekan dolar AS,” tambah Wyckoff.

Emas sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS karena meningkatkan opportunity cost memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Menurut Heraeus Metals, agar emas dapat bergerak secara berkelanjutan di atas US$2.000 per troy ounce, mungkin diperlukan sinyal yang lebih jelas dari The Fed bahwa pemotongan suku bunga akan dilakukan, dan kembalinya investor ke exchange-traded-funds (ETF).

Adapun berdasarkan data CFTC, para spekulan menaikkan posisi net long mereka di emas berjangka Comex sebanyak 15.661 kontrak menjadi 106.343 dalam pekan yang berakhir 31 Oktober 2023.

Sementara itu, harga logam mulia lain seperti perak turun 0,6% menjadi US$23,05 per ounce, platinum merosot 2,5% menjadi US$906,86, dan paladium turun 1,9% menjadi US$1,098.54 pada perdagangan Senin, keduanya mencatat penurunan harian terbesar sejak Oktober 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Sumber : Reuters
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper