Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BEI Targetkan Pendapatan Tumbuh 11% Jadi 1,45 Triliun pada 2024

Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 11,86% menjadi Rp1,45 triliun pada 2024.
Karyawan melintas di depan layar yang menampikan logo Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (5/7/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di depan layar yang menampikan logo Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (5/7/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 11,86% menjadi Rp1,45 triliun pada 2024.

Salah satu Rancangan Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) tahun 2024 itu pun telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI, Kamis (26/10/2023).

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan bahwa rencana kerja tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian global pada 2024. Adapun, otoritas juga merasa optimistis untuk tetap mencatatkan kinerja positif di sepanjang tahun mendatang.

Di sisi lain, Iman menyebut pelaksanaan rencana kerja tahun 2024 masih akan berfokus pada tiga isu utana, yaitu market deepening, investor protection, serta regional synergy and connectivity.

Sementara itu, BEI menargetkan perolehan laba bersih sebesar Rp259,44 miliar pada 2024, lebih rendah sekitar 39,41% dari target pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp428,22 miliar.

Kenaikan pendapatan dan laba tersebut akan ditopang dengan meningkatnya target Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) yang mencapai Rp12,25 triliun pada 2024.

Di sisi lain, otoritas Bursa menargetkan sebanyak 62 perusahaan yang dapat melaksanakan penawaran umum perdana  (initial public offering/IPO) saham pada 2024.

Diharapkan pada tahun mendatang, BEI akan lebih banyak menerima kedatangan dari emiten-emiten yang bergerak di sektor baru seperti renewables energy, start-up, maupun new economy.

Adapun, secara total BEI membidik penerbitan efek baru sebanyak 230 pada 2024 atau naik sekitar 15% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 200 efek.

Target penerbitan efek baru itu meliputi efek saham, exchange traded fund (ETF), obligasi korporasi baru, dana investasi real estate (DIRE), efek beragun aset (EBA), hingga waran terstruktur. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper