Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bekasi Fajar (BEST) Raih Fasilitas Kredit Rp1,47 Triliun dari Bank Mandiri (BMRI)

PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. (BEST) memperoleh fasilitas pinjaman sebesar Rp1,47 triliun dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI).
Kantor PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BeFa) Square di area komersial Kawasan Industri MM2100./befa.id
Kantor PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BeFa) Square di area komersial Kawasan Industri MM2100./befa.id

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten lahan industri PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. (BEST) memperoleh fasilitas pinjaman sebesar Rp1,47 triliun dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI).

Corporate Secretary BEST Herdian mengatakan, Bank Mandiri bersama perseroan telah menandatangani perjanjian kredit term loan, dengan limit pinjaman Rp1,472 triliun pada 12 Oktober 2023. Jangka waktu dari fasilitas kredit ini adalah 84 bulan.

"Tujuan penggunaan dana pinjaman tersebut adalah untuk melakukan pembayaran pelunasan fasilitas pinjaman sindikasi dalam mata uang Yen Jepang," tulis Herdian dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Jumat (13/10/2023).

Herdian melanjutkan fasilitas kredit ini akan mendukung pertumbuhan dan kinerja operasional BEST, dan memperkuat kondisi keuangan BEST karena tambahan fasilitas modal kerja.

"Fasilitas kredit ini akan memperkuat kondisi keuangan Perseroan yang berdampak positif terhadap perkembangan usaha BEST," ucapnya.

Sebagai Informasi, perolehan pendapatan bersih PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. (BEST) mengalami penurunan pada semester I/2023. Hal ini diakibatkan oleh pelemahan kinerja penjualan tanah selama periode tersebut.

Berdasarkan laporan keuangan per akhir Juni 2023, pendapatan BEST sepanjang paruh pertama tahun ini tergerus 9,59 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp312,13 miliar.

Turunnya kinerja tersebut disebabkan oleh pendapatan hasil penjualan tanah yang melempem 14,89 persen secara tahunan menjadi Rp230,63 miliar. Adapun pendapatan dari segmen biaya maintenance, air, dan sewa Rp63,85 miliar atau naik 9,27 persen.

Pada periode yang sama, beban pokok pendapatan yang dicatatkan perseroan pada paruh pertama tahun ini mencapai Rp110,19 miliar, turun 12,87 persen secara tahunan. Dengan demikian, BEST membukukan laba kotor Rp201,93 miliar atau tergerus 12,87 persen YoY.

Sejalan dengan penurunan top line dan setelah dikurangi berbagai beban, laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp128,96 miliar pada semester I/2023. Perolehan ini turun 0,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, aset BEST tercatat meningkat 0,38 persen YoY menjadi Rp6,01 triliun. Adapun liabilitas mencapai Rp1,55 triliun atau tergerus 0,65 persen, sementara ekuitas perseroan bertumbuh 0,75 persen menuju angka Rp4,45 triliun.

Perseroan juga menorehkan peningkatan saldo arus kas setara kas dari posisi Rp535,98 miliar pada semester pertama tahun lalu, menjadi Rp563 miliar pada semester I/2023. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ibad Durrohman
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper