Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Selamat Sempurna (SMSM) Optimistis Laba Tumbuh 10 Persen

PT Selamat Sempurna Tbk. (SMSM) menyebut tidak mengalami kendala maupun keterlambatan untuk suplai komponen sehingga dapat memenuhi target penjualan.
Direktur PT Selamat Sempurna Tbk. Ang Andri Pribadi. PT Selamat Sempurna Tbk. (SMSM) menyebut tidak mengalami kendala maupun keterlambatan untuk suplai komponen sehingga dapat memenuhi target penjualan. /JIBI-Abdullah Azzam
Direktur PT Selamat Sempurna Tbk. Ang Andri Pribadi. PT Selamat Sempurna Tbk. (SMSM) menyebut tidak mengalami kendala maupun keterlambatan untuk suplai komponen sehingga dapat memenuhi target penjualan. /JIBI-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten komponen otomotif, PT Selamat Sempurna Tbk. (SMSM) menyebut tidak mengalami kendala maupun keterlambatan untuk suplai komponen sehingga dapat memenuhi target penjualan kendaraan.

Chief Financial Officer SMSM Ang Andri Pribadi mengatakan pihaknya menyanggupi untuk memenuhi kebutuhan pasokan komponen lantaran kapasitas produksi saat ini disebut sudah lebih dari cukup.

Jika menilik laporan tahunan 2022, SMSM memproduksi sekitar 77,35 juta unit komponen filter atau sekitar 70,31 persen dari kapasitas maksimum 110 juta unit per tahun. Sementara untuk radiator, 726.000 unit atau sekitar 37,25 persen dari kapasitas maksimum 1,95 juta unit per tahun.

“Sampai saat ini SMSM tidak mengalami kendala atau keterlambatan untuk suplai komponen ke produsen otomotif,” ujar Andri kepada Bisnis, Selasa (3/10/2023).

Sepanjang semester I/2023, SMSM membukukan penjualan senilai Rp2,47 triliun, naik 7,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp2,3 triliun.

Kemudian beban pokok penjualan tercatat mencapai Rp1,63 triliun, naik 2,31 persen secara year-on-year (YoY) dari Rp1,59 triliun.

Setelah dikurangi berbagai beban yang dapat diefisienkan, SMSM membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp429,33 miliar sepanjang semester I/2023. Laba bersih ini meningkat 13,75 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp377,43 miliar.

Memasuki tiga bulan terakhir 2023, SMSM pun menilai prospek penjualan masih cukup positif baik itu untuk pasar domestik maupun ekspor. Dia pun optimistis SMSM dapat mencatatkan kinerja positif sampai akhir 2023.

Mengenai ekspor, dia menyebut sejauh ini belum ada pasar spesifik lain yang sedang dilirik oleh SMSM. Dia hanya menyebut SMSM masih berfokus pada penetrasi yang lebih dalam pada negara-negara existing tujuan ekspor.

Beberapa negara tujuan ekspor SMSM saat ini adalah Amerika Serikat, Australia, Rusia, Malaysia, Thailand, Jepang, Singapura, Perancis, China dan Equador

“SMSM sementara secara konservatif masih menetapkan  target pertumbuhan penjualan sekitar 5 persen sampai 10 persen dan pertumbuhan laba bersih sekitar 10 persen dibandingkan 2022,” jelasnya.

Andri sebelumnya menyebut pergeseran industri otomotif dari konvensional menuju kendaraan listrik masih belum berdampak signifikan terhadap permintaan komponen seiring populasi kendaraan listrik yang masih terbatas.

Menurutnya, fokus usaha dari SMSM untuk komponen lebih mengarah ke aftermarket atau atau pasar sekunder maupun replacement komponen kendaraan.

“Populasi kendaraan listrik masih sangat terbatas sehingga demand untuk komponen baik pasar OEM maupun OES dan replacement masih belum signifikan,” ujar Ang Andri kepada Bisnis, Rabu (6/9/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper