Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kuota SR019 Ditambah Jadi Rp25 Triliun, Tenor Pendek Laris Manis

Penambahan kuota SR019-T3 dilakukan dengan mempertimbangkan tingginya antusiasme masyarakat untuk mulai berinvestasi pada produk obligasi pemerintah. 
Sukuk ritel/Instagram @djpprkemenkeu
Sukuk ritel/Instagram @djpprkemenkeu

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Keuangan merevisi naik target penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) jenis sukuk ritel seri SR019 menjadi Rp25 triliun. 

Mengacu data salah satu mitra distribusi (midis) Investree pada Senin (12/9/2023), target penerbitan SR019 tenor tiga tahun atau SR019-T3 terpantau naik menjadi Rp15 triliun, dari target sebelumnya sebanyak Rp10 triliun. 

Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Dwi Irianti Hadiningdyah mengatakan bahwa penambahan kuota SR019-T3 dilakukan dengan mempertimbangkan tingginya antusiasme masyarakat untuk mulai berinvestasi pada produk obligasi pemerintah. 

"Iya [target SR019-T3 dinaikkan] karena melihat antusiasme serta demand masyarakat yang besar," ujarnya ketika dikonfirmasi Bisnis, Selasa (12/9/2023). 

Adapun hingga Selasa (12/9/2023) pukul 13.17 WIB, SR019 tenor tiga tahun telah laku terjual sebanyak Rp10,55 triliun atau sekitar 70,37 persen dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15 triliun. 

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa masih ada sekitar Rp4,4 triliun kuota SRO19-T3 yang dapat dibeli di sisa masa penawaran. 

Di sisi lain, Kemenkeu memutuskan untuk tetap mempertahankan target penjualan SR019 tenor lima tahun pada posisi Rp10 triliun. Hal ini karena angka penjualan SR019-T5 saat ini masih terpaut jauh dari target yang ditetapkan. 

Hingga siang ini, baru ada sekitar Rp4,93 triliun SR019-T5 yang dibeli oleh masyarakat Indonesia. Artinya, kuota SR019-T5 masih tersisa sebanyak Rp5,06 triliun pada hari penawaran kedua belas. 

Sebagaimana diketahui, Kemenkeu resmi meluncurkan sukuk ritel seri SR019 pada Jumat (1/9/2023). Masa penawaran SR019 akan berlangsung hingga 20 September mendatang. 

Sama seperti sukuk ritel seri SR018, SR019 juga diterbitkan dalam dua seri pada satu waktu, yaitu untuk tenor tiga tahun dan lima tahun. Masing-masing tenor memiliki imbal hasil atau kupon yang berbeda, di mana SR019-T3 menawarkan kupon sebesar 5,95 persen dengan tanggal jatuh tempo pada 10 September 2026.  

Sedangkan SR019-T5 memiliki tingkat imbalan hasil sebesar 6,10 persen dengan tanggal jatuh tempo 10 September 2028.  

Investor ritel dapat membeli kedua seri SR019 dengan minimal pemesanan Rp1 juta berlaku kelipatannya, dengan maksimal pemesanan sebesar Rp5 miliar untuk SR019-T3 dan Rp10 miliar untuk SR019-T5.  

Pemesanan dapat dilakukan melalui 30 midis yang terdiri atas bank konvensional dan syariah, perusahaan efek, perusahaan efek khusus, serta perusahaan fintech peer-to-peer lending.  

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan bahwa SR019 masih menjadi salah satu instrumen investasi yang digandrungi masyarakat karena memiliki imbal hasil yang jauh lebih menarik jika dibandingkan dengan produk lainnya.  

Hal ini karena SR019 memiliki tingkat imbal hasil atau kupon tetap (fixed rate) untuk setiap jenis tenornya. Artinya, para investor SR019 akan memperoleh imbal hasil yang sama setiap tahunnya hingga waktu jatuh tempo. 

Selain itu, SR019 juga akan terus diminati masyarakat karena kelebihannya yang dapat dijadikan sebagai alternatif passive income yang dikelola secara syariah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper