Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten Happy Hapsoro Bukit Uluwatu Villa (BUVA) Terancam Pailit

Bukit Uluwatu Villa (BUVA) melalui anak usahanya tertimpa perkara hukum terkait gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).
Happy Hapsoro/Istimewa
Happy Hapsoro/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten afiliasi Happy Hapsoro, yakni PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) terancam pailit lantaran perkara hukum yang menimpa perusahan terkendalinya PT Bukit Lentera Sejahtera selaku pengelola Hotel Alila SCBD, Jakarta. 

Perkara hukum itu terkait gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) dilayangkan oleh PT 3D Network Indonesia (3DNI) yang berstatus sebagai pemasok CCTV Hotel Alila SCBD. 

Sekretaris Perusahaan BUVA Benita Sofia menyampaikan gugatan PKPU telah diajukan di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, terdaftar dengan nomor perkara 270/Pdt.SusPKPU/2023/PN.Niaga.Jkt.Pst pada 7 September 2023.

“Di dalam permohonan PKPU ini, 3DNI mendalilkan bahwa BLS [Bukit Lentera Sejahtera] memiliki kewajiban pembayaran yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih yang timbul dari pengadaan dan pemasangan CCTV pada Hotel Alila SCBD Jakarta,” ujar Benita dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (12/9/2023). 

Dia mengatakan bahwa sejauh ini BUVA belum dapat memberikan informasi lebih lanjut karena proses perkara masih dalam tahapan pemeriksaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

Berdasarkan catatan Bisnis, Hotel Alila SCBD Jakarta dikelola oleh PT Bukit Lentera Sejahtera, perusahaan patungan antara BUVA dan PT Lentera Cemerlang Indah dengan komposisi kepemilikan saham 60 persen berbanding 40 persen. 

Di sisi lain, BUVA telah diakuisisi oleh Hapsoro Sukmonohadi atau Happy Hapsoro lewat PT Nusantara Utama Investama. Akuisisi ini ditempuh dengan mekanisme konversi utang BUVA kepada Nusantara Utama Investama, yang telah jatuh tempo menjadi kepemilikan saham.

Utang BUVA yang dikonversi bernilai Rp754,40 miliar atau setara 12,57 miliar saham baru yang diterbitkan dengan nominal Rp50 per saham dan harga Rp60 per lembar. Nilai total mencerminkan 64,86 persen dari modal ditempatkan dan disetor BUVA setelah aksi korporasi.

Sementara itu, pengambilalihan saham dilaksanakan melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement pada 11 Juli 2023. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dionisio Damara
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper