Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Status IPO Zeus Batal, Dirut Sumantri: Industri Kimia Khusus Perlu Edukasi Investor

Manajemen Zeus Kimiatama Indonesia (ZEUS-C1) menyebutkan akan kembali mengulang proses IPO dengan menggunakan laporan keuangan September 2023.
Ilustrasi pembatalan IPO ZEUS. Bisnis/Himawan L Nugraha
Ilustrasi pembatalan IPO ZEUS. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemegang saham terbesar PT Zeus Kimiatama Indonesia Tbk. (ZEUS-C1) buka suara terkait status pembatalan status IPO perusahaan di Bursa Efek Indonesia. 

Sumantri Ishak, Presiden Direktur sekaligus pemilik manfaat terakhir ZEUS menyatakan bahwa perusahaan menilai dibutuhkan edukasi bagi calon investor sebelum melanjutkan tahapan pencatatan saham  alias initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. 

"Bukan pembatalan, hanya penundaan," kata Sumantri ketika dihubungi, dikutip Minggu (30/7/2023). 

Menurut alumni Teknik Kimia ITB ini, warga pasar modal masih membutuhkan edukasi atas industri yang digeluti perusahaan. Pasalnya, industri kimia khusus dinilai masih cukup asing bagi investor di Bursa Efek Indonesia. 

"Sepertinya industri kimia khusus ini adalah sesuatu yang asing bagi warga pasar modal. Jadi perlu edukasi dulu," katanya lebih lanjut. 

Sumantri menyebutkan, perusahaan akan memperbaharui dasar IPO yakni menggunakan laporan keuangan September 2023 mendatang. "Performance perusahaan tahun ini sangat bagus jadi prospektus [yang akan diajukan kembali] akan lebih menarik," tambahnya. 

Dalam prospektusnya, ZEUS merupakan perusahaan dengan bidang usaha manufaktur dan kimia khusus. Perusahaan memiliki pabrik di Cikarang, Jawa Barat. 

Mengutip dari dokumen prospektus, ZEUS akan menerbitkan 1,05 miliar saham baru atau setara 21,27 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan nominal Rp10 per saham.  Perusahaan manufaktur bahan kimia khusus ini akan menawarkan saham di rentang harga Rp100-Rp105 per saham.  Dengan demikian, perseroan berharap dapat membidik dana segar sebesar Rp105 miliar hingga Rp110,25 miliar. 

Selain itu, ZEUS juga akan mengadakan program alokasi saham pegawai (ESA) dengan jumlah  1,14 persen dari jumlah saham yang ditawarkan atau sebanyak-banyaknya 11,97 juta saham.  Tak hanya itu, bersamaan dengan penawaran saham perdana, ZEUS turut menerbitkan sebanyak 525 juta Waran Seri I dengan harga pelaksanaan yang berkisar antara Rp125 hingga Rp135. 

Maka dana yang dapat diraih dari pelaksanaan Waran Seri I ialah sebesar Rp65,62 miliar hingga Rp70,87 miliar.   

Adapun, Waran Seri I ini akan diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal penjatahan.  Setiap pemegang dua saham baru perseroan berhak memiliki satu Waran Seri I, yang memberikan hak kepada pemegang saham untuk membeli satu saham baru perseroan. 

Awalnya ZEUS akan menggunakan sekitar 80,98 persen dana yang diperoleh dari hasil IPO untuk belanja modal perseroan yang tergolong dalam capital expenditure (capex).  Adapun sisa dana sebesar 19,02 persen persen akan digunakan untuk keperluan modal kerja yakni penambahan persediaan dan biaya operasional.  Dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri 1 akan seluruhnya digunakan untuk tambahan modal kerja seperti pembelian persediaan, bahan baku produksi, hingga biaya operasional produksi perseroan. 

Bertindak sebagai admin dan penjamin emisi efek IPO ZEUS adalah NH Korindo Sekuritas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Anggara Pernando
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper