Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Telkom (TLKM) Kantongi Unrealized Gain Investasi di GOTO Rp451 Miliar

Telkom melalui Telkomsel menilai nilai wajar investasi di GOTO dengan menggunakan nilai pasar saham GOTO sebesar Rp110 per saham per 30 Juni 2023.
Pendar cahaya dari lampu gedung Telkom Landmark Tower, kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan./tlt.co.id
Pendar cahaya dari lampu gedung Telkom Landmark Tower, kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan./tlt.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) melalui PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel membukukan keuntungan yang belum direalisasikan atau unrealized gain atas investasinya pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) sebesar Rp451 miliar pada semester I/2023.

Mengutip laporan keuangan, Minggu (30/7/2023), per 30 Juni 2023, Telkomsel menilai nilai wajar investasi di GOTO dengan menggunakan nilai pasar saham GOTO sebesar Rp110 per saham. Jumlah keuntungan yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi Telkomsel pada GOTO pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebesar Rp451 miliar.

“Keuntungan tersebut disajikan sebagai keuntungan yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi dalam laporan laba rugi konsolidasian,” tulis manajemen.

Manajemen Telkom menegaskan investasi Telkomsel di GoTo bertujuan untuk menciptakan inisiatif kemitraan strategis yang kuat dengan mengelaborasi kemampuan dan keunggulan bisnis. Investasi ini juga bertujuan membantu mempercepat digitalisasi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang diharapkan mampu menggerakkan perekonomian nasional.

TLKM meraup laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp12,75 triliun pada semester I/2023, turun 4,16 persen dari Rp13,31 triliun per Juni 2022. Laba per saham menjadi Rp128,77 dari sebelumnya Rp134,36.

Telkom juga telah membukukan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA sebesar Rp38,4 triliun pada enam bulan pertama 2023.

Sementara itu, Telkom mencatatkan pendapatan Rp73,47 triliun pada semester I/2023. Pendapatan Telkom naik 2,07 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp71,98 triliun per semester I/2022.

Berdasarkan segmen usahanya, pada segmen fixed broadband, IndiHome telah membukukan pendapatan sebesar Rp14,4 triliun atau tumbuh 4 persen yoy. Segmen usaha ini telah berkontribusi terhadap pendapatan perseroan sebesar 19,6 persen.

Pada segmen mobile, Telkomsel telah membukukan pendapatan Rp44 triliun yang didominasi oleh kinerja digital business yang terus menguat sebesar 7,4 persen yoy menjadi Rp37,7 triliun. Kontribusi segmen usaha ini mencapai 85,6 persen dari total pendapatan perusahaan.

Kemudian pada segmen enterprise, Telkom meraup pendapatan Rp9,3 triliun atau tumbuh 6,7 persen yoy. Layanan B2B IT Services dan layanan digital untuk korporasi menjadi kontributor terbesar pada segmen ini. Sementara itu, pada segmen wholesale dan internasional Telkom mencatat pendapatan Rp8,2 triliun atau tumbuh 3,2 persen yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper