Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Dibuka Menguat, Kesempatan Dolar AS Lesu

Nilai tukar rupiah dibuka menguat ke level Rp15.191 pada hari ini, Selasa (11/7/2023) di tengah melemahnya dolar Amerika Serikat (AS).
Nilai tukar rupiah dibuka menguat ke level Rp15.191 pada hari ini, Selasa (11/7/2023) di tengah melemahnya dolar Amerika Serikat (AS). Bisnis/Himawan L Nugraha
Nilai tukar rupiah dibuka menguat ke level Rp15.191 pada hari ini, Selasa (11/7/2023) di tengah melemahnya dolar Amerika Serikat (AS). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah dibuka menguat ke level Rp15.191 pada hari ini, Selasa (11/7/2023). Penguatan rupiah terjadi di tengah melemahnya dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip data Bloomberg pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka menguat 0,09 persen menuju level Rp15.191 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS melemah 0,10 persen ke 101,86.

Sementara itu, mata uang lain di kawasan Asia juga ikut menguat. Yen Jepang tercatat naik 0,18 persen, diikuti dolar Singapura naik 0,04 persen, won Korea Selatan menguat 0,72 persen, peso Filipina naik 0,45 persen, dan rupee India menguat 0,20 persen.

Adapun yuan China melemah 0,04 persen, diikuti dolar Taiwan yang turun 0,05 persen. Kemudian ringgit Malaysia menguat 0,13 persen dan baht Thailand naik 0,32 persen.

Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra mengatakan pelemahan rupiah kemungkinan tertahan hari ini dan bisa berbalik menguat terhadap dolar AS, karena didorong oleh ekspektasi pasar terhadap penurunan inflasi Negeri Paman Sam.

“Semalam data ekspektasi inflasi konsumen AS terbaru menunjukkan penurunan inflasi ke 3,8 persen dibandingkan sebelumnya 4,1 persen. Ini hasil pengukuran terendah sejak April 2021,” ujar Ariston kepada Bisnis, Selasa (11/7/2023).

Dia menuturkan bahwa pada Rabu (12/7/2023) malam, data inflasi konsumen AS untuk bulan Juni akan dirilis. Berdasarkan konsensus pasar, data ini akan menunjukkan level 3,1 persen atau jauh lebih rendah dibandingkan data inflasi bulan sebelumnya, yakni 4,0 persen.

Menurut Ariston, ekspektasi penurunan inflasi diantisipasi pasar dengan penurunan nilai dolar AS terhadap nilai tukar lainnya, dan rupiah berpeluang menguat sementara pada hari ini.

“Penurunan inflasi ini meningkatkan harapan pasar bahwa era suku bunga tinggi akan segera berakhir. Potensi penguatan ke arah Rp15.100, dengan potensi resisten di Rp15.230,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dionisio Damara
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper