Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten Grup Sinarmas (DSSA) Cetak Laba Rp1,7 Triliun Naik Dua Digit

Emiten energi dan teknologi grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) mencatatkan kenaikan pendapatan dan laba bersih sepanjang kuartal I/2023.
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten energi dan teknologi grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) mencatatkan kenaikan pendapatan dan laba bersih sepanjang kuartal I/2023. 

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2023 yang dikutip Jumat (30/6/2023), emiten berkode DSSA ini mencetak pendapatan sebesar US$1,77 miliar atau setara dengan Rp26,59 triliun atau naik hingga 136,98 persen dari periode yang sama pada 2022 sebesar US$748,88 juta. 

Pendapatan usaha disumbang daru pertambangan dan perdagangan batu bara mencapai US$1,63 miliar, naik dari kuartal pertama 2022 senilai US$682,01 juta. 

Selanjutnya, perdagangan bersih menyumbang pendapatan US$107,87 jutam penyediaan TV kabel dan internet US$19,71 juta, penyediaan tenaga uap dan listrik sebesar US$10,46 juta, dan pendapatan lain-lain US$138.400.  

Beban pokok penjualan pun turut meningkat, walaupun tidak sebesar pendapatan perusahan. Beban pokok penjualan meningkat menjadi US$984,04 juta dari posisi US$405,04 juta pada kuartal yang sama tahun lalu. 

Laba kotor perseroan pun naik menjadi US$791,39 juta dari posisi kuartal sama tahun lalu US$343,83 juta. Adapun, laba usaha meningkat menjadi US$552,71 juta dari posisi US$246,92 juta. 

Dengan demikian, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi US$117,74 juta atau setara dengan Rp1,76 triliun, naik 23,08 persen dari kuartal I/2022 sebesar US$95,66 juta. 

Di sisi lain, jumlah liabilitas perseroan pada kuartal I/2023 turun dari posisi akhir tahun 2022. Jumlah liabilitas tercatat menjadi US$3,17 miliar turun dari posisi US$3,43 miliar. Jumlah liabilitas jangka pendek turun menjadi US$1,35 miliar dari posisi US$1,66 miliar. Sementara liabilitas jangka panjang naik menjadi US$1,81 miliar dari posisi US$1,77 miliar pada akhir tahun lalu. 

Ekuitas perseroan meningkat menjadi US$3,33 miliar dari posisi US$2,99 miliar. Adapun, jumlah aset DSSA naik menjadi US$6,51 miliar dari posisi US$6,43 miliar pada akhir tahun lalu. Jumlah aset tidak lancar naik menjadi US$4,23 miliar dari posisi US$4,16 miliar. Sementara, aset lancar naik menjadi US$2,27 miliar dari posisi US$2,26 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper