Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mitra Pack (PTMP) Incar Pertumbuhan Pendapatan dan Laba pada 2023

PT Mitra Pack Tbk. (PTMP) menargetkan pertumbuhan pendapatan 15 persen-20 persen pada 2023.
PT Mitra Pack Tbk. (PTMP) menargetkan pertumbuhan pendapatan 15 persen-20 persen pada 2023. Dok. Perseroan.
PT Mitra Pack Tbk. (PTMP) menargetkan pertumbuhan pendapatan 15 persen-20 persen pada 2023. Dok. Perseroan.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten kemasan dan suku cadangnya, PT Mitra Pack Tbk. (PTMP) menargetkan pertumbuhan pendapatan 15 persen-20 persen pada 2023. Pertumbuhan pendapatan juga diharapkan mendorong laba bersih hingga 15 persen.

Direktur Mitra Pack Cindy Kusuma menyampaikan pada 2023 perseroan mengincar pertumbuhan pendapatan 15 persen-20 persen seiring dengan peningkatan permintaan kemasan dari para pelanggan. Laba bersih juga diharapkan dapat tumbuh setidaknya 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Pada kuartal I/2023, laba bersih PTMP sudah naik 43,2 persen. Sampai akhir 2023 kami harapkan penjualan naik 15 persen-20 persen, dan laba baik 15 persen," jelasnya dalam paparan publik, Senin (26/6/2023).

Pada 2022, PTMP membukukan pendapatan Rp136,03 miliar, cenderung naik dibandingkan Rp119,33 miliar pada 2021, Rp101,61 miliar pada 2020, dan Rp105,71 miliar pada 2019. Penjualan pada tahun lalu ditopang oleh suku cadang Rp108,1 miliar, mesin Rp25,84 miliar, pendapatan sewa Rp1,6 miliar, dan pendapatan teknik Rp483,61 juta.

Pelanggan besar PTMP berasal dari berbagai industri, seperti makanan olahan, minuman, petrokimia, kosmetik, hingga kesehatan dan farmasi.

Seiring dengan pertumbuhan pendapatan, PTMP mampu mencatatkan kenaikan laba menjadi Rp11,47 miliar pada 2022, berbanding Rp4,71 miliar pada 2021, Rp2,93 miliar pada 2020, dan Rp1,61 miliar pada 2019.

Pertumbuhan kinerja PTMP berlanjut pada awal 2023. Pada kuartal I/2023, PTMP membukukan pendapatan Rp32,7 miliar, turun 4,3% YoY dari Rp34,17 miliar pada kuartal I/2022. Namun, perseoran berhasil menekan beban menjadi Rp21,36 miliar dari sebelumnya Rp23,42 miliar.

PTMP pun membukukan laba bruto Rp11,34 miliar per Maret 2023, naik dari Rp10,74 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba PTMP pun meningkat 43,21 persen menjadi Rp2,92 miliar dari sebelumnya Rp2,04 miliar.

Untuk meningkatkan pendapatan, sambung Cindy, PTMP akan memperluas pelanggan dan penambahan produk baru. Saat ini, sekitar 70 persen penjualan perseroan ke industri makanan minuman (mamin) dan juga farmasi.

Salah satu produk baru yang ditawarkan perseroan ialah pelapis sosis (cellulose casings for sausage). Perseroan juga mengembangkan teknologi laser untuk identifikasi (coding) pendataan suatu paket produk.

Direktur Utama Mitra Pack Ardi Kusuma mengatakan tahun 2022 secara keseluruhan adalah tahun pemulihan ekonomi. Beberapa pelanggan utama PTMP sedang mempertimbangkan proyek ekspansi, yang juga menunjukkan prospek positif untuk tahun 2023 mendatang.

Selain makanan dan minuman, terdapat pertumbuhan permintaan kemasan yang signifikan di sektor farmasi, logistik, dan juga industri rumah tangga. Hal ini menjadi potensi perseroan untuk dapat membantu melayani pelanggan ke depannya.

"Secara umum industri perdagangan barang-barang industri pengemasan di Indonesia pada tahun 2022 melalui apa yang bisa dinamakan proses ‘rebound’ secara perlahan tapi pasti, setelah mengalami stagnasi di masa-masa pandemi Covid-19," jelasnya.

Indonesia masih tergolong salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang baik didukung berbagai program kebijakan Pemerintah. Oleh karena itu, manajemen PTMP masih melihat prospek yang cukup potensial dalam industri pengemasan dalam negeri.

Ardi Kusuma mengatakan menyambut prospek usaha yang semakin baik pada 2023, manajemen telah menyusun rencana bisnis tahun ini. PTMP akan meningkatkan pertumbuhan eksplorasi secara agresif dengan melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi produk keperluan retail market.

PTMP juga melakukan penambahan produk baru melalui entitas anak perseroan, yakni PT Master Print. Produk baru mencakup fiber food grade absorbent tissue towel untuk industri makanan dan horeca (hotel, restoran, cafe), serta sausage sellulose casings.

Perseroan pun telah melakukan penjajakan untuk melakukan aliasi strategis pengembangan produk lokal untuk menambah portfolio bisnis.

Ardi Kusuma menambahkan perseroan melakukan pengembangan kapabilitas dan optimasi portfolio. Perseroan telah mengembangkan kapabilitas in house R&D dan inovasi untuk menjawab tantangan operasional.

"PTMP pun terus melakukan perbaikan kinerja dan restrukturisasi bisnis entitas anak guna menopang bisnis PTMP secara konsolidasi," katanya.

PT Mitra Pack Tbk. (PTMP) terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 6 Maret 2023 dan menjadi perusahaan tercatat ke-23 di BEI. Dalam IPO, PTMP menawarkan 800 juta saham saham biasa dengan nominal Rp25 per saham atau sebanyak-banyaknya 25,24 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO.

PTMP menetapkan harga tertinggi dari rentang harga penawaran saat bookbuilding yaitu Rp120 per saham. Oleh karena itu, PTMP meraih dana IPO Rp96 miliar.

Seluruhnya atau 100 persen dana IPO akan digunakan untuk modal kerja dengan rincian untuk peningkatan persediaan barang regular misalnya pembelian consumable, mesin printer dan suku cadang.

Selanjutnya, pengembangan pasar dalam hal perluasan pelanggan sewa di sektor penyewaan, penambahan dan pengembangan produk baru, serta untuk pemasaran dan marketing.

PTMP memiliki usaha utama di bidang usaha perdagangan sebagai distributor resmi dan penyewaan barang-barang industri pengemasan termasuk suku cadang dan servis seperti coding, marking, labeling dan product inspection system serta shrink-packaging, protective packaging, food packaging, dan pharmaceutical (blister) packaging melalui perusahaan anak.


TAHAN DIVIDEN

Dalam RUPS, perseroan membahas persetujuan dan pengesahan atas Laporan Tahunan 2022, penetapan penggunaan laba bersih, penetapan gaji dan/atau honorarium serta tunjangan untuk Direksi dan Dewan Komisaris pada 2023, penunjukan Kantor Akuntan Publik Terdaftar pada 2023, serta laporan dan pertanggungjawaban realisasi penggunaan dana IPO.

"Hasil RUPS hari ini menyetujui kelima agenda tersebut," kata Ardi Kusuma.

Terkait penggunaan laba 2022 senilai Rp11,47 miliar, RUPS memutuskan tidak membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham. Alokasi laba Rp1,14 miliar disisihkan untuk dana cadangan. Selanjutnya, sebesar Rp10,33 miliar dibukukan sebagai laba ditahan untuk menambah modal kerja.

Dalam aksi penawaran umum saham perdana atau IPO, PTMP berhasil menghimpun dana Rp96 miliar, yang dikurangi dengan biaya-biaya penawaran umum Rp4,01 miliar. PTMP menerima dana bersih dari IPO sebesar Rp91,98 miliar.

Perusahaan telah menggunakan sebagian dana hasil penawaran umum saham perdana tersebut Rp1,32 miliar untuk pengembangan dan penambahan produk baru, Rp29,96 miliar untuk penambahan persediaan barang reguler (pembelian mesin, consumable dan sparepart), Rp454,62 juta untuk pemasaran dan marketing, serta Rp60,23 miliar untuk uang muka pembelian persediaan barang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper