Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

RUPS Diagnos (DGNS) Tahan Dividen, Pilih Ekspansi Laboratorium

PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk. (DGNS) menetapkan tidak membagikan dividen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2022.
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk. (DGNS) menetapkan tidak membagikan dividen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2022.
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk. (DGNS) menetapkan tidak membagikan dividen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2022.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten laboratorium klinis PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk. (DGNS) menetapkan tidak membagikan dividen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2022. Diagnos memfokuskan kas untuk pengembangan laboraturium.

Direktur Utama Diagnos Laboratorium Utama, Mesha Rizal Sini menyampaikan pada 2022, DGNS memperoleh laba Rp12,66 miliar. Namun, RUPST menyetujui tidak membagikan dividen dari laba tersebut.

"Bersamaan dengan raihan laba bersih perseroan pada tahun 2022, perseroan juga memiliki rencana penggunaan dana untuk pengembangan usaha perseroan," jelasnya dalam siaran pers, Senin (19/6/2023).

Setidaknya ada tiga rencana ekspansi DGNS pada 2023. Pertama, pembangunan laboratorium Central dan kantor pusat perseroan yang mana membutuhkan dana sebesar Rp25 miliar yang didanai sebagian dengan kas internal perseroan dan dana utang bank.

Kedua, pembangunan outlet dan pembelanjaan modal alat-alat teknologi dan sistem internal perusahaan sebagai bentuk pengembangan binsis perusahaan sebesar Rp7,46 miliar. Ketiga, pembayaran investasi ke Asa Ren PTE LTD untuk pengembangan bisnis genomic, sebesar Rp4,5 miliar.

"Dimana dengan besarnya kebutuhan belanja modal perseroan, maka RUPS tidak membagi dividen atas laba bersih perseroan pada tahun buku 2022," katanya.

Mesha Rizal Sini mengatakan tahun 2022 masih menyisakan cukup banyak tantangan bagi dunia bisnis, tidak terkecuali bagi DGNS yang menjalankan kegiatan usaha di bidang industri kesehatan.

Dalam upayanya untuk menjadi perusahaan layanan kesehatan terintegrasi, DGNS terus beradapatasi dengan mencari peluang bisnis baru dan memanfaatkannya agar dapat meraih pertumbuhan berkelanjutan yang lebih besar di waktu-waktu mendatang.

Di sektor kesehatan, melandainya kasus Covid-19 mengakibatkan pertumbuhan sektor jasa kesehatan ikut menurun. Tercatat, sektor jasa kesehatan yang tumbuh signifikan di dua tahun terakhir (2020: 11,60 persen; 2021: 12,16 persen), di tahun 2022 hanya mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,47 persen (yoy).

Penurunan signifikan ini dikarenakan pencairan insentif kesehatan yang lebih rendah dibanding dua tahun sebelumnya. Besaran dana penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 dan 2022 jika dibandingkan memang semakin mengecil. Tercatat anggaran penanganan Covid-19 dan PEN tahun 2022 menurun 39 persen dari Rp744,77 triliun menjadi Rp455,62 triliun.

Pada 2022, entitas Grup Bundamedik Healthcare System (BMHS) itu membukukan pendapatan sebesar Rp192,88 miliar, turun 36 persen dibandingkan dengan Rp302,18 miliar pada 2021. Sementara itu, laba bersih DGNS sepanjang 2022 senilai Rp12,66 miliar.

Sejalan dengan ekspansi usaha di tahun 2022, DGNS berhasil mencatatkan perolehan aset sebesar Rp239,93 miliar atau sedikit menurun dari perolehan tahun 2021 yang sebesar Rp241,98 miliar. Meskipun begitu, jumlah ekuitas meningkat 4,28 persen dari Rp201,80 miliar menjadi Rp210,43 miliar.

Di tengah lesunya industri sektor kesehatan, jumlah pemeriksaan DGNS meningkat 5 persen (yoy) menjadi 806.253 pemeriksaan pada 2022 dari 766.162 pemeriksaan di tahun 2021.

"Pemeriksaan genomics kami juga meningkat signifikan sebesar 23 persen pada 2022," jelas Mesha Rizal Sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper