Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Ekspansi Anyar Diagnos Lab (DGNS) Bersama Startup Singapura Nalagenetics

Diagnos Laboratorium Utama (DGNS) berencana membangun banyak pemeriksaan farmakogenomik dan reproduksi untuk layanan yang lebih komprehensif.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 20 Juli 2022  |  20:59 WIB
Ini Ekspansi Anyar Diagnos Lab (DGNS) Bersama Startup Singapura Nalagenetics
Ilustrasi. Kegiatan operasional Klinik Diagnos. - diagnos
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan penyedia layanan pemeriksaan kesehatan, PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk. (DGNS) menyiapkan ekspansi baru dengan startup bioteknologi asal Singapura, Nalagenetics.

Direktur Finance Accounting & IT Diagnos Laboratorium Utama Fergus Richard menjelaskan, kerja sama di bidang future medicine ini akan terus dikembangkan perseroan ke depannya.

“Kami berencana membangun banyak pemeriksaan farmakogenomik dan reproduksi untuk layanan yang lebih komprehensif,” pungkas Fergus dalam acara paparan publik virtual, Rabu (20/7/2022).

Sebelumnya, DGNS telah menanamkan dana investasi dengan penyertaan saham seri A2 di Nalagenetics Pte Ltd sebanyak 184.046 saham. Total investasi mencapai US$500.000 atau kurang lebih senilai Rp7,19 miliar.

Selain layanan laboratorium terkait Covid-19, Nalagenetics juga berkecimpung di segmen farmakogenomik, yaitu personalisasi pengobatan sesuai dengan kondisi pasien, serta nutrigenetik, yakni tes nutrisi metabolisme vitamin dan mineral sesuai DNA.

Lebih lanjut, DGNS optimistis layanan pemeriksaan genomik akan terus bertumbuh ke depannya.

Managing Director DGNS Dennis Jacobus mengatakan, pertumbuhan layanan pemeriksaan genomik perseroan pada kuartal I/2022 tercatat meningkat 50 persen secara tahunan.

“Pertumbuhan sektor layanan pemeriksaan genomik menjadi salah satu pendapatan yang akan kembali tumbuh di era ini,” ujar Dennis

Pada 2021, DGNS membukukan pendapatan Rp302,18 miliar, naik 65 persen dari 2020 sebesar Rp183,17 miliar. Hal ini seiring pendapatan pelanggan pihak ketiga yang melesat 155 persen didominasi pelanggan klien korporasi sebanyak 34 persen.

“Tahun ini prospek industri kesehatan masih terus tumbuh lantaran perubahan pola masyarakat selama pandemi, di mana masyarakat mulai sadar pentingnya pencegahan atau preventif melalui pemeriksaan kesehatan dini,” tutup Dennis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diagnos PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk. investasi startup singapura
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top