Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laboratorium Diagnos (DGNS) Investasi di Perusahaan Startup Asa Ren

Grup RS Bunda, PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk. (DGNS) berinvestasi ke startup Asa Ren.
Grup RS Bunda, PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk. (DGNS) berinvestasi ke startup Asa Ren. /diagnos.co.id
Grup RS Bunda, PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk. (DGNS) berinvestasi ke startup Asa Ren. /diagnos.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten laboratorium Grup RS Bunda, PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk. (DGNS) mengumumkan investasi di perusahaan data DNA dan bioteknologi Asa Ren.

Investasi tersebut direalisasikan dengan transaksi penyertaan saham seri A di Asa Ren sebanyak 58,65 saham senilai US$300.000 atau setara Rp4,50 miliar rupiah (kurs rupiah Rp15.020 per dolar AS). Transaksi penyertaan saham tersebut berlangsung pada 27 Januari 2023.

GM Sekretaris Perusahaan Diagnos Laboratorium Utama Fanfan Riksani dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia menjelaskan investasi pada Asa Ren dilakukan karena Asa Ren merupakan perusahaan rintisan di bidang bioinformatika yang memiliki fokus pada telaahan studi gen pada DNA manusia.

“Dalam pengembangan produknya, Asa Ren mengutamakan telaahan yang berhubungan dengan data-data yang dapat memberikan wawasan yang mendalam yang berhubungan dengan gaya hidup serta kesehatan manusia,” kata Fanfan dalam keterangannya, Selasa (31/1/2023).

Dia melanjutkan bahwa DGNS dapat secara bersama-sama mengembangkan layanan pemeriksaan genetika dengan investasi pada Asa Ren. Hubungan kerja sama antara keduanya juga diharapkan membawa keuntungan pada masa mendatang.

“Transaksi di atas tidak berdampak secara negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan,” lanjut Fanfan.

Sebelum berinvestasi di Asa Ren, DGNS juga bekerja sama dengan startup bioteknologi asal Singapura, Nalagenetics.

DGNS telah menanamkan dana investasi dengan penyertaan saham seri A2 di Nalagenetics Pte Ltd sebanyak 184.046 saham. Total investasi mencapai US$500.000 atau kurang lebih senilai Rp7,19 miliar.

Selain layanan laboratorium terkait Covid-19, Nalagenetics juga berkecimpung di segmen farmakogenomik, yaitu personalisasi pengobatan sesuai dengan kondisi pasien, serta nutrigenetik, yakni tes nutrisi metabolisme vitamin dan mineral sesuai DNA. DGNS optimistis layanan pemeriksaan genomik akan terus bertumbuh ke depannya.

Per September 2022, DGNS membukukan pendapatan bersih sebesar Rp143,82 miliar, turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp250,83 miliar.

Seiring dengan penurunan pendapatan tersebut, laba tahun berjalan DGNS turut tergerus dari mulanya Rp63,97 miliar pada Januari—September 2021 menjadi Rp12,16 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper