Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Siloam (SILO) Anggarkan Rp1,4 Triliun, Bangun RS di Bandung dan Surabaya

Emiten Mochtar Riady PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) menyiapkan belanja modal jumbo untuk pembangunan rumah sakit baru di Surabaya dan Bandung.
RS Siloam Semanggi/siloamhospitals
RS Siloam Semanggi/siloamhospitals

Bisnis.com, JAKARTA – Rumah sakit milik taipan Mochtar Riady PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) menyiapkan belanja modal jumbo untuk pembangunan rumah sakit baru di Surabaya dan Bandung. 

Direktur Siloam International Hospitals Daniel Phua mengatakan SILO menyiapkan belanja modal sebesar Rp1,4 triliun yang alokasinya dibagi dua yaitu Rp700 miliar untuk pembiayaan dan pemeliharaan rumah sakit yang sudah ada sementara sisanya Rp700 miliar akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit baru di Surabaya dan Bandung. 

“Rp700 miliar untuk maintenance rumah sakit yang sudah ada termasuk investasi di alat medis mengingat pandemi Covid-19 sudah berakhir,” katanya saat konferensi pers hasil RUPST di RS Siloam Lippo Village, Tangerang, Kamis (25/5/2023). 

Bersamaan dengan hal itu, SILO menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga double digit dengan margin EBITDA tumbuh 25 persen hingga 29 persen. Namun, Daniel enggan merincikan detail target pendapatan serta laba 2023. 

Daniel bilang, prospek SILO sangat baik tercermin dari laporan keuangan kuartal I/2023 yang menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya. Menurutnya, sebagai emiten rumah sakit, laporan kuartal pertama merupakan gambaran dari prospek bisnis sepanjang tahun itu. 

“Kuartal I dipakai sebagai referensi untuk gambaran pertumbuhan sepanjang 2023,” jelasnya. 

Guna dapat meraih target pertumbuhan pendapatan, SILO menyusun setidaknya enam strategi utama seperti melakukan pemaketan prosedur yang memberikan paket harga yang seragam, penetapan harga berbasis nilai dan mengomptimalkan penetapan di seluruh jaringan, efektivitas operasional, 

“Optimalisasi BPJS termasuk efisiensi pemberian layanan BPJS,” kata Daniel. 

Selain itu SILO akan memaksimalkan pemanfaatan peralatan dan meningkatkan laba atas investasi alat serta memaksimalkan matriks rumah sakit. 

Selain memaksimalkan strategi, SILO juga berencana melakukan inisiatif pengelolaan biaya dengan pengurangan biaya material, perencanaan permintaan dan manajemen persediaan, optimalisasi opex serta merampingkan tinjauan capex dan proses persetujuan. 

“Total estimasi jumlah penghematan mencapai Rp50 miliar hingga Rp100 miliar,” imbuhnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Artha Adventy
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper