Anak Usaha Bakrie & Brothers VKTR IPO 20 Persen Saham, Incar Rp1,13 Triliun

VKTR yang bergerak di bidang kendaraan listrik ini akan melepas 8,75 miliar saham baru dengan kisaran harga IPO Rp100-Rp130 per saham.
Dari kiri ke kanan; Komisaris Utama PT Tambang Nikel Sulteng (TNS) Andi Parenrengi, Direktur Utama TNS Ronny Tanusaputra, Gubernur Sulteng Rudy Mastura, Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) Anindya N. Bakrie, dan Direktur Utama VKTR Gilarsi W. Setijono berpose usai penandatanganan MoU Kerja Sama Penyediaan Pasokan Bijih Nikel, di Palu, Sulteng, Selasa (19/7/2022).
Dari kiri ke kanan; Komisaris Utama PT Tambang Nikel Sulteng (TNS) Andi Parenrengi, Direktur Utama TNS Ronny Tanusaputra, Gubernur Sulteng Rudy Mastura, Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) Anindya N. Bakrie, dan Direktur Utama VKTR Gilarsi W. Setijono berpose usai penandatanganan MoU Kerja Sama Penyediaan Pasokan Bijih Nikel, di Palu, Sulteng, Selasa (19/7/2022).

Bisnis.com, JAKARTA – Anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR), PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. bersiap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dengan membidik dana segar hingga Rp1,13 triliun.

VKTR yang bergerak di bidang kendaraan listrik ini akan melepas 8,75 miliar saham baru dengan nominal Rp10 per saham. Jumlah saham ini mewakili 20 persen saham dari modal dan ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran berkisar antara Rp100-Rp130 per saham.

“Sekitar 39,93 persen dana dari IPO akan digunakan perseroan untuk belanja modal atau capital expenditure termasuk pengebangan satu fasilitas kendaraan bermotor listrik berbasis baterai,” tulis manajemen VKTR dalam prospektus yang terbit di harian Bisnis Indonesia, Kamis (25/5/2023).

Kemudian, sebanyak 24,67 persen dana IPO akan digunakan untuk pembangunan satu fasilitas baru produksi motor listrik, sekitar 11,59 persen akan diserap oleh anak usaha perseroan PT Bakrie Autoparts dalam bentuk penyertaan modal, sebanyak 2,49 persen akan digunakan VKTR untuk pelunasan utang kepada PT Tambara Tama Mandiri, dan sekitar 1,38 persen juga untuk pelunasan utang kepada PT Andara Multi Sarana.

Selanjutnya, 44,61 persen akan digunakan oleh VKTR untuk modal kerja dalam rangka memenuhi kebutuhan operasional antara lain biaya administrasi umum, modal kerja pembelian persediaan untuk penjualan bus listrik, truk listrik, dan sepeda motor listrik yang akan dijual kembali kepada pelanggan serta biaya-biaya lainnya.

VKTR menunjuk PT Samuel Sekuritas Indonesia, PT Ciptadana Sekuritas Asia dan, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. sebagai pihak yang bertanggung jawab sebagai penjamin emisi efek IPO ini.

Pada IPO ini, VKTR mengadakan program employee stock allocation (ESA) dengan saham yang ditawarkan sebanyak 87,50 juta saham atau setara 1 persen dari saham yang ditawarkan dalam penawaran umum.

Selain itu, VKTR juga mengadakan program management stock option program (MESOP) dengan jumlah maksimal 1,31 miliar saham atau maksimal 2,91 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.

Berikut Indikasi Jadwal IPO VKTR:

  • Masa Penawaran Awal:26 – 31 Mei 2023
  • Perkiraan Tanggal Efektif: 8 Juni 2023
  • Perkiraan Masa Penawaran Umum: 12 – 14 Juni 2023
  • Perkiraan Tanggal Penjatahan: 14 Juni 2023
  • Perkiraan Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik: 15 Juni 2023
  • Perkiraan Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia: 16 Juni 2023

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper