Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Musim Dividen Hampir Usai, Simak Sentimen Pendorong Saham ADRO Cs

Analis melihat terdapat sejumlah katalis positif untuk saham emiten-emiten batu bara seperti Adaro Energy Indonesia (ADRO), menjelang berakhirnya musim dividen.
Kegiatan pertambangan batu bara di wilayah operasional PT Adaro Energy Tbk./adaro.com
Kegiatan pertambangan batu bara di wilayah operasional PT Adaro Energy Tbk./adaro.com

Bisnis.com, JAKARTA - Musim pembagian dividen emiten-emiten batu bara hampir usai di awal tahun ini, yang merupakan salah satu katalis penahan rontoknya harga saham batu bara seperti PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO). Analis melihat terdapat beberapa sentimen pendorong untuk saham-saham batu bara. 

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Desy Israhyanti mengatakan sejak awal tahun atau secara year to date (YTD) harga batu bara mengalami penurunan cukup dalam, bahkan hingga 60 persen. Menurutnya, hal ini direspon oleh pelaku pasar dan investor. 

"Sementara itu, dari sisi kebijakan, perubahan formula HBA membuat royalti yang harus dibayar emiten batu bara turun. Tapi dari sisi top line, penerimaan perusahaan menjadi lebih kecil atau terbatas untuk porsi ekspornya lebih besar saja, karena dengan HBA diturunkan, jadi ASP-nya ikut turun," ujar Desy dihubungi Selasa (23/5/2023). 

Desy melihat katalis positif untuk saham-saham batu bara cenderung terbatas tahun ini. Menurutnya, ketidakpastian yang terjadi di tahun lalu sudah cukup terbatas, dengan adanya normalisasi harga, batu bara tahun ini. 

Menurutnya, tahun ini perusahaan-perusahaan batu bara cenderung menurunkan produksinya karena permintaan yang turun. Hal tersebut ditambah oleh China yang merupakan pembeli batu bara terbesar Indonesia menurunkan permintaannya. 

Meski cenderung terbatas, Desy melihat terdapat beberapa katalis positif yang dapat mendongkrak harga saham-saham batu bara tahun ini. Salah satunya datang dari China yang akan memangkas produksi 50 juta ton pada Juni mendatang. Dia melihat hal ini sebagai katalis positif permintaan batu bara dalam negeri. 

"Lalu cuaca panas juga yang terjadi di Asia Selatan ini akan meningkatkan demand batu bara juga dalam negeri. Kita lihat juga dari sisi kebijkan pemerintah, ada HBA juga yang bisa menurunkan royalti. Jadi gross profit marginnya bisa naik, tapi dari sisi top line penerimaannya bisa turun," ucap Desy.

Adapun Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO). Pilarmas Sekuritas melihat saham ADRO masih cukup potensial, dengan  kinerja yang masih bisa bertahan di kuartal I/2023 ini. 

"Biaya yang diterapkan ADRO juga cukup baik sehingga mengangkat gross profit margin. Jadi rekomendasi kami buy untuk ADRO," ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper