Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Lo Kheng Hong Menantikan Merger BMTR & MNCN Milik Hary Tanoe

Merger antara BMTR dan MNCN menurut Lo Kheng Hong dapat meningkatkan harga saham dari emiten hasil merger tersebut.
Lo Kheng Hong memegang sekitar 942,18 juta saham atau 5,68 persen PT Global Mediacom Tbk. (BMTR). Istimewa
Lo Kheng Hong memegang sekitar 942,18 juta saham atau 5,68 persen PT Global Mediacom Tbk. (BMTR). Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Investor kawakan Lo Kheng Hong berharap rencana merger salah satu emiten koleksinya, yakni PT Global Mediacom Tbk. (BMTR) dapat terjadi. Adapun Bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo sempat mengutarakan rencana merger BMTR dengan PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN).

Lo Kheng Hong yang biasa dipanggil Pak Lo mengatakan dirinya berharap merger antara BMTR dengan MNCN dapat terjadi. Hal ini pun dinilai dapat meningkatkan harga saham dari emiten hasil merger tersebut.

“Semoga terjadi itu pun juga yang saya nantikan,” ujar Lo Kheng Hong dalam Investalk KSPM FEB UI 2023 dikutip Selasa (16/5/2023).

Sosok yang disebut sebagai Warret Buffet versi Indonesia tersebut mengatakan jika merger BMTR dan MNCN terjadi, maka harga saham dari hasil gabungan kedua entitas tersebut akan relatif tinggi.

Lo Kheng Hong menjelaskan harga saham BMTR saat ini berada di kisaran Rp290, sedangkan nilai buku per saham disebut di atas Rp900. Berkaca dari hal tersebut, dia menyebut para pemangku kepentingan dapat menilai harga saham BMTR seperti harga nilai buku per saham.

Sebagai informasi, Lo Kheng Hong memiliki 1,06 miliar (1.067.274.000) saham BMTR. Jumlah tersebut setara dengan 6,53 persen dari total saham BMTR yang beredar.

“Kalau bisa menilai di harga nilai buku per sahamnya tentu tinggi sekali ya dibandingkan dengan harga sekarang. Tentu saja kalau seperti yang kita harapkan itu terjadi ya bisa naik harga sahamnya,” tuturnya.

Pada Juli 2022, Hary Tanoe mengatakan alasan penjajakan merger BMTR dengan MNCN adalah hierarki harga saham Grup MNC di bidang media yang tidak sesuai harapan.

Sebagai contoh, PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) sebagai operating company terkait digital adalah perusahaan media Grup MNC dengan harga saham tertinggi, diikuti oleh MNCN yang secara langsung memiliki empat televisi yaitu RCTI, MNCTV, GTV dan iNews.

Dalam skenario merger, nantinya The New BMTR akan memiliki MSIN dan empat TV yang sekarang di bawah MNCN. Kondisi harga saham yang kurang optimal tersebut menjadi alasan merger.  

"Harga saham paling tinggi justru ada di [struktur perusahaan] paling bawah," kata Hary Tanoe dalam RUPST, dikutip dari youtube MNC, pada 29 Juli 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper