Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PGN (PGAS) Tambah Utang Baru Rp11,76 Triliun dari 4 Bank Nasional

PGN (PGAS) meraih pinjaman berjangka tanpa jaminan senilai US$800 juta dari BRI, Bank Mandiri, OCBC NISP, dan BTPN.
Penguasaan aspek teknologi 4.0 menjadi salah satu fondasi utama PGN untuk mencapai keberhasilan pemanfaatan gas bumi di seluruh sektor. /PGN
Penguasaan aspek teknologi 4.0 menjadi salah satu fondasi utama PGN untuk mencapai keberhasilan pemanfaatan gas bumi di seluruh sektor. /PGN

Bisnis.com, JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) atau PGN mengantongi fasilitas pinjaman perbankan senilai US$800 juta atau setara Rp11,79 triliun untuk keperluan umum, termasuk belanja modal dan refinancing.

PGAS meraih pinjaman berjangka tanpa jaminan dari PT Bank BTPN Tbk. (BTPN), PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI).

Pinjaman ini terdiri dari fasilitas A sebesar US$600 juta, dan fasilitas B sebesar US$200 juta. Nilai total fasilitas tersebut mencapai sekitar 23 persen dari total ekuitas PGAS, sehingga termasuk transaksi material.

Adapun fasilitas A memiliki tenor 5 tahun dengan tingkat bunga marjin + term SOFR 3 bulan, sementara fasilitas B memiliki tenor 3 tahun dengan tingakt bunga marjin + SOFR 3 bulan.

Sekretaris Perusahaan PGAS Rachmat Utama mengatakan perseroan memerlukan pinjaman bank dalam rangka pengembangan usaha yang dapat dipergunakan untuk keperluan umum.

“Dengan menerima fasilitas ini PGAS dapat memenuhi pembayaran kembali utang, pembayaran belanja modal, pembayaran modal kerja, serta tujuan umum perusahaan lainnya,” jelas dia dalam keterangannya, Jumat (12/5/2023).

Mengutip laporan keuangan PGAS sampai dengan kuartal I/2023, entitas anak Pertamina ini berhasil mencetak pendapatan mencapai US$933,74 juta atau setara dengan Rp13,98 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 11,56 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2022 hanya US$836,91 juta.

Pendapatan Perseroan sepanjang kuartal I/2023 disumbang paling besar dari penjualan niaga gas bumi senilai US$216,66 juta atau naik 9,37 persen dibandingkan pada kuartal yang sama tahun sebelumnya senilai US$198,08 juta.

Selain itu, pendapatan dari penjualan migas naik 55,43 persen pada kuartal I/2023 dari US$19,24 juta menjadi US$29,91 juta. Pendapatan jasa regasifikasi naik 28,70 persen dari tahun ke tahun (year-on-year/yoy) dari US$22,30 juta menjadi US$28,71 juta pada kuartal pertama 2023, dan pendapatan dari transportasi minyak tumbuh 811,79 persen dari US$4,34 juta menjadi US$39,57 juta.

Sementara itu, pendapatan yang mengalami penurunan adalah dari transmisi migas yang turun 6,4 persen menjadi US$48,40 juta dan pendapatan pemrosesan gas bumi turun 22,25 persen menjadi US$8,08 juta.

Dari pihak ketiga, pendapatan terbesar dicatatkan dari niaga gas bumi senilai US$433,68 juta dan disusul oleh penjualan minyak dan gas senilai US$101,48 juta.

Meski demikian, PGAS mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan hingga 16,29 persen yoy dari US$650,83 juta pada kuartal I/2022 menjadi US$756,90 juta pada kuartal I/2023 atau setara dengan Rp11,33 triliun.

Dengan kenaikan beban, PGAS mencatat laba kotor turun 4,96 persen yoy dari US$186,08 juta pada kuartal I/2022 menjadi US$176,84 juta atau Rp2,64 triliun pada periode yang sama tahun ini.

Adapun, PGAS membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 21,14 persen yoy dari US$119,90 juta pada kuartal I/2022 menjadi US$94,55 juta atau Rp1,41 triliun pada kuartal I/2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper