Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

RS Hermina (HEAL) Kebut Ekspansi 2023, Saham Ditarget Rp1.450

RS Hermina (HEAL) siap mendirikan rumah sakit baru yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat dan Aceh.
RS Hermina Kemayoran./herminahospital.com
RS Hermina Kemayoran./herminahospital.com

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pengelola Rumah Sakit Hermina PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) melanjutkan ekspansi jangkauan rumah sakit di tengah prospek kenaikan kunjungan dan layanan fasilitas kesehatan setelah status pandemi Covid-19 berakhir.

Direktur Utama Medikaloka Hermina Hasmoro mengatakan rencana penambahan dua rumah sakit tahun ini masih sesuai rencana. Hermina akan mendirikan rumah sakit baru yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat dan Aceh.

“Kami juga melakukan penambahan fasilitas gedung dan medis di rumah sakit lainnya,” kata Hasmoro, Kamis (11/5/2023).

Dia optimistis kunjungan ke rumah sakit akan meningkat tahun ini karena kasus Covid-19 yang cenderung turun dibandingkan dengan tahun lalu. Katalis pendorong juga berasal dari status Hermina sebagai salah satu rumah sakit rujukan.

HEAL tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp1,35 triliun pada kuartal I/2023 atau naik 11,87 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,20 triliun.

Kenaikan terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan dari layanan rawat jalan sebesar 11,48 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp1,18 triliun pada kuartal I/2022 menjadi Rp1,31 triliun pada kuartal I/2023. Sementara itu, segmen rawat inap naik 2,62 persen YoY menjadi Rp780,10 miliar.

Hasmoro menjelaskan kenaikan pendapatan disebabkan oleh meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit seiring dengan kondisi pandemi yang terkendali. Hal ini tecermin dari tingkat kunjungan pasien di komposisi pasien jaminan kesehatan nasional (JKN).

Meski demikian, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat turun 2,10 persen YoY menjadi Rp108,90 miliar dibandingkan dengan Rp111,24 miliar pada kuartal I/2022. Hasmoro mengatakan penurunan laba dipicu oleh kenaikan upah minimum dan bertambahnya pasien JKN.

“Sedangkan pada kuartal I/2022 kami masih melayani pasien Covid-19 varian Omicron,” katanya.

Beban pokok pendapatan HEAL memang meningkat 19,75 persen pada kuartal I/2023 menjadi Rp846,35 miliar, dibandingkan dengan Rp706,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Selama periode tiga bulan pertama, kenaikan beban gaji dan kesejahteraan karyawan naik 21,19 persen YoY dari Rp189,73 miliar pada kuartal I/2022 menjadi Rp229,94 miliar.

Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengatakan terkendalinya kasus Covid-19 bisa mendukung kenaikan volume pasien rawat jalan yang sebelumnya menahan diri untuk berobat selama pandemi.

Di sisi lain, revisi aturan mengenai JKN berupa kenaikan tarif dan skema baru bisa menjadi sentimen positif bagi perusahaan dengan porsi pelayanan pasien JKN yang cukup besar.

“Dengan sentimen tersebut emiten rumah sakit yang kami unggulkan adalah HEAL di mana pendapatannya didominasi dari pasien JKN. Kondisi ini juga memungkinkan mereka menaikkan rata-rata biaya jasa,” papar Cheril.

Dia juga mencatat bahwa valuasi HEAL lebih premium dibandingkan dengan perusahaan sejenis sehingga rekomendasi beli disematkan untuk emiten ini dengan target harga Rp1.450.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper