Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Inflasi AS Turun Bisa Bikin IHSG Rebound, Saham-Saham Ini Potensial

IHSG diprediksi mampu melakukan rebound pada perdagangan hari ini, Kamis (13/4/2023) dengan sentimen turunnya inflasi AS.
IHSG diprediksi mampu melakukan rebound pada perdagangan hari ini, Kamis (13/4/2023) dengan sentimen turunnya inflasi AS. Bisnis/Himawan L Nugraha
IHSG diprediksi mampu melakukan rebound pada perdagangan hari ini, Kamis (13/4/2023) dengan sentimen turunnya inflasi AS. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mampu melakukan rebound pada perdagangan hari ini, Kamis (13/4/2023) dengan sentimen turunnya inflasi AS. Beberapa saham yang dapat dicermati investor antara lain BMRI, AMRT, EXCL, hingga ADMR.

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan resistance IHSG akan berada di 6.835 dengan support pada 6.750. Menurutnya, IHSG berpotensi rebound ke kisaran 6.820-6.835 di Kamis (13/4/2023), seiring dengan sejumlah sentimen positif eksternal. 

Secara teknikal, IHSG kembali membentuk lower-shadow panjang di Rabu (12/4/2023). Stochastic RSI berpotensi membentuk golden cross di kisaran oversold area, menjaga peluang rebound tersebut.

"IHSG hari ini kemungkinan besar ditopang oleh respon pasar terhadap data inflasi AS," tulis Valdy, Kamis (13/4/2023). 

Dari eksternal, koreksi berlanjut pada mayoritas indeks Wall Street di perdagangan Rabu (12/4/2023). Koreksi tersebut dipicu oleh risalah FOMC The Fed bulan Maret 2023 yang menunjukan kekhawatiran bank sentral tersebut terhadap potensi mild recession di AS di akhir tahun 2023. 

Kekhawatiran ini didasari oleh potensi dampak ekonomi dari perkembangan situasi sektor perbankan di AS setelah penutupan SVB dan Signature Bank di akhir Februari 2023.

"Penurunan inflasi di AS yang lebih dalam dari perkiraan di Maret 2023 belum mampu mengimbangi kekhawatiran di atas," tuturnya. 

Inflasi di AS turun ke 5 persen yoy di Maret 2023, dari 6 persen yoy di Februari 2023, lebih rendah dari perkiraan di 5,2 persen yoy. Akan tetapi inflasi inti masih bertahan di 5,6 persen yoy di Maret 2023.

Sebaliknya, mayoritas indeks di Eropa merespon positif realisasi data inflasi di AS tersebut. Data tersebut membangun keyakinan bahwa terminal rate dari The Fed sudah tidak jauh dari level saat ini.

Dari dalam negeri, penjualan ritel tumbuh 0,6 persen yoy di Februari 2023 dari kontraksi 0,6 persen yoy di Januari 2023. Kondisi ini memperkuat keyakinan bahwa konsumsi domestik masih kuat dan berpotensi menjaga laju pertumbuhan ekonomi di 2023.

Adapun menurut Phintraco Sekuritas, saham-saham yang dapat diperhatikan di Kamis (14/4/2023), antara lain BMRI, AMRT, EXCL, ESSA, ADMR, UNVR, dan IMPC.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper