Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Emas Dunia Berpotensi Terus Menanjak ke US$2.100 per Ounce

Harga emas global dan lokal menembus rekor baru hingga ke level US$2.000 per troy ons sedangkan logam mulia Antam mencapai Rp1,09 juta per gram.
Pegawai menunjukan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Rabu (5/1/2021). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai menunjukan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Rabu (5/1/2021). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas global dan lokal menembus rekor baru hingga ke level US$2.000 per troy ons sedangkan logam mulia Antam mencapai Rp1,09 juta per gram akibat kebangkrutan bank di Eropa yaitu Credit Suisse Bank.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi meyakini harga emas akan terus mengilap pada tahun ini. Lantaran tingginya ketidakpastian ekonomi dan politik yang terjadi secara bersamaan.

“Kalau harga emas tembus US$2.070, di 2023 harga emas dunia berpotensi mencapai US$2.100 dan ini level tertinggi karena Bank Sentral Amerika hanya menaikkan suku bunga dua kali sampai 50 bps, sekarang 25 dan akhir tahun 25. Jeda waktu yang panjang ini akan dimanfaatkan spekulan untuk kembali membeli emas dunia,” jelasnya.

Pemicu awal harga emas terkerek ialah bank di Amerika dan Eropa mengalami kebangkrutan seperti Credit Suisse Bank dan Silicon Valley Bank. “Kebangkrutan bank tersebut membuat spekulan bermain dan mengambil posisi beli, dan dilanjutkan dengan profit taking sehingga membawa harganya ke atas US$2.000 per troy ons,” jelasnya kepada Bisnis, dikutip Sabtu (25/3/2023).

Menurutnya harga emas melejit ke atas US$2.009 per troy ons, telah memicu emas Antam mengalami kenaikan dalam sehari hingga Rp25.000 per gram dan mencatatkan kenaikan tertinggi sepanjang masa.

Adapun pemerintahan Amerika Jow Biden dan Swiss melakukan intervensi terhadap krisis perbankan tersebut dengan cara melakukan akuisisi, kekhawatiran pasar mereda dan harga emas mulai kembali turun, terutama setelah terjadi aksi ambil untung oleh para investor.

Selanjutnya, pasca-pengumuman Bank Sentral Amerika yang hawkish karena The Fed memutuskan tidak akan menaikkan suku bunga lebih dari 25 basis poin dan hanya akan menaikkan suku bunga dua kali, juga mendongkrak harga emas

“Saat bank sentral hanya menaikkan suku bunga 25 bps, dan pernyataan Powell bahwa kenaikan suku bunga hanya untuk mengimbangi stabilitas ekonomi di Amerika dan global, membuat harga emas dunia kembali melonjak,” katanya.

Kemudian pada saat harga emas mengalami naik, data inflasi Inggris mencatatkan lonjakan ke 10,4 persen lebih tinggi dari ekspektasi di 9,8 persen. Hal itu disebabkan saat memasuki musim dingin Inggris mengalami kenaikan harga bahan makanan dan alkohol sehingga berpengaruh pada inflasi.

“Setelah Inggris mengetahui bahwa inflasi cukup tinggi, BoE [Bank of England] menaikkan suku bunga dan membuat emas dunia bertambah kinclong,” tambahnya.

Selanjutnya meskipun ketegangan geopolitik yang terus memanas, baik di Ukraina dan Rusia, situasi geopolitik di Timur Tengah, antara Korea Selatan dan Korea Utara, serta ketegangan Amerika dan China menekan harga emas. Namun koreksi tersebut justru membuka kesempatan bagi spekulan, dan investor besar untuk mengambil posisi beli.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper