Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Era Bakar Uang Berakhir, Pengeluaran Pelanggan GOTO Salip Grab

Langkah GoTo untuk mencapai profit ditopang dengan peningkatan jumlah pelanggan loyal.
Pengemudi ojek online (ojol) menunjukan logo GoTo di Jakarta, Rabu (26/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pengemudi ojek online (ojol) menunjukan logo GoTo di Jakarta, Rabu (26/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Langkah GoTo untuk mencapai profit ditopang dengan peningkatan jumlah pelanggan loyal. Riset MNC menyebut dari sisi loyalitas pelanggan GoTo lebih unggul dibanding kompetitornya seperti Grab. 

Pada paparan kemarin, Senin (20/3/2023), Manajemen GoTo memperkenalkan metrik kinerja baru yang mencerminkan arah menuju profitabilitas dengan menunjukkan konsumen profitable.

Metrik anyar tersebut dianggap sebagai pelanggan yang menghasilkan pendapatan lebih besar dari insentif yang diterima. 

Secara sederhana konsumen profitable dapat disebut sebagai konsumen yang loyal karena tidak sensitif terhadap harga maupun promosi yang diberikan. 

Pada kuartal IV/2022, GOTO mencatat jumlah konsumen loyal GoTo melesat 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi konsumen profitable terhadap marjin kontribusi perseroan pun naik 71 persen secara tahunan di saat yang sama. 

Peningkatan jumlah pelanggan loyal GOTO terjadi justru ketika startup digital terbesar di Tanah Air tersebut sedang gencar melakukan penghematan sehingga beban bakar uang turun signifikan.

Dalam riset MNC Sekuritas menyebut bahwa loyalitas pelanggan (customer stickiness) sebagai kunci penting yang dapat mengantarkan GOTO mencapai profit. 

Berdasarkan laporan riset MNC Sekuritas yang dipublikasikan pada 17 Maret 2022, GOTO berhasil menurunkan biaya promosi dari 3 peraen transaksi bruto (Gross Transaction Value/GTV) pada kuartal IV/2021 menjadi 0,8 persen pada kuartal III/2022. Namun dalam periode tersebut, nilai transaksi per pengguna GoTo justru naik dari Rp7,8 juta menjadi Rp 9 juta. 

Di sisi lain, Grab sebagai pesaingnya yang juga menurunkan besaran promosi dari 8 persen dari total transaksi dalam platform menjadi 6 persen di saat yang sama. 

Hanya saja nilai transaksi per pengguna platform Grab turun dari US$ 152,1 pada kuartal IV/2021 menjadi US$ 151,6 pada kuartal III/2022. 

Riset tersebut menilai transaksi per pengguna GoTo cenderung terus meningkat sedangkan pada kasus Grab nilai transaksi per pengguna sempat meningkat tajam seiring dengan gencarnya promosi yang dilakukan tetapi juga mengalami penurunan ketika penekanan biaya promosi dilakukan. 

Menurut tim riset untuk membandingkan secara berimbang cukup rumit karena perlu mempertimbangkan bahwa operasional Grab mengandalkan pengiriman, mobilitas dan fintech, sementara GOTO memiliki portofolio yang lebih lengkap dengan adanya bisnis e-commerce

"Namun, mengingat kelengkapan ekosistem GOTO yang akan lebih menguntungkan perusahaan untuk meningkatkan monetisasi lebih lanjut, bahkan dibandingkan dengan Sea yang bersaing di dunia e-commerce. Dengan memiliki portofolio yang komprehensif di seluruh ekosistem digitalnya, kami yakin GOTO jauh lebih baik dalam menjaga loyalitas pelanggan," tulis riset tersebut. 

Riset MNC Sekuritas menilai dengan loyalitas pelanggan yang tinggi seharusnya membuat GoTo lebih leluasa dalam meningkatkan monetisasi dan mencapai pertumbuhan yang berkualitas dengan biaya yang lebih rasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper