Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten Kertas Grup Sinarmas (INKP) Himpun Laba Rp13,2 Triliun pada 2022

Emiten kertas Grup Sinarmas PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) mencatatkan pertumbuhan laba bersih dan pendapatan pada 2022.
Emiten kertas Grup Sinarmas PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) mencatatkan pertumbuhan laba bersih dan pendapatan pada 2022. /indakiat
Emiten kertas Grup Sinarmas PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) mencatatkan pertumbuhan laba bersih dan pendapatan pada 2022. /indakiat

Bisnis.com, JAKARTA - PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) membukukan peningkatan penjualan bersih sebesar 13,82 persen menjadi US$4 miliar atau setara Rp61,87 triliun sepanjang 2022 (kurs jisdor Rp15.468). 

Penjualan emiten kertas Grup Sinarmas ini ditopang oleh penjualan domestik sebesar 45 persen dengan rincian penjualan kepada pihak berelasi, salah satunya PT Cakrawala Mega Indah sebesar US$1,74 miliar dan pihak ketiga sebesar US$1,78 miliar.

Sementara itu, penjualan ekspor sebesar 55 persen dengan rincian pihak berelasi Jinxin (Qingyuan) Paper Industry Co. Ltd, Yalong Paper Products (Kunshan) Co. Ltd. dan Cabang-cabang APP sebesar US$61,54 juta serta pihak ketiga sebesar US$2,15 miliar atau setara dengan Rp33,25 triliun. 

Pada tahun 2022 dan 2021, total penjualan kepada pihak berelasi masing-masing sebesar US$1,8 miliar dan US$1,6 miliar masing-masing 45,08 persen dan 44,57 persen dari total penjualan neto konsolidasian. 

Sejalan dengan penjualan yang meningkat, beban pokok INKP juga tercatat meningkat 5,4 persen dibanding tahun lalu menjadi US$2,41 miliar atau setara Rp37,27 triliun sepanjang 2022. 

Alhasil, laba kotor INKP tercatat sebesar US$1,58 miliar atau setara Rp24,43 triliun, angka ini meningkat 29,3 persen jika dibandingkan dengan laba kotor tahun lalu. Sementara itu laba usaha tercatat sebesar US$1,13 miliar.

INKP mencatatkan laba bersih US$857,51 juta atau sekitar Rp13,26 triliun pada 2022. Laba bersih tersebut melonjak 62,91 persen yoy dari sebelumnya US$526,36 juta pada 2021.

Sementara itu, total kewajiban INKP tercatat sebesar US$4,03 miliar atau setara dengan Rp62,33 triliun dengan rincian liabilitas jangka pendek sebesar US$2,29 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar US$1,79 miliar. 

Kemudian total ekuitas INKP terpantau mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu menjadi US$5,60 miliar. Alhasil, total aset tercatat sebesar US$9,64 miliar atau setara dengan Rp149,11 triliun. 

Sementara itu, pada penutupan perdagangan Jumat (10/3/2023), saham INKP terpantau melemah 2,31 persen ke posisi Rp7.400 per saham. Secara akumulasi, saham INKP telah anjlok 13,95 persen month on month (MoM). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Artha Adventy
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper