Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Motor Listrik Alva One Indika (INDY) Raih Pendanaan dari Standard Chartered

Standard Chartered Indonesia akan membantu IMG membangun praktek yang bersifat berkelanjutan dalam sistem rantai pasokan mereka.
Fahmi Achmad
Fahmi Achmad - Bisnis.com 17 Desember 2022  |  08:18 WIB
Motor Listrik Alva One Indika (INDY) Raih Pendanaan dari Standard Chartered
Tampilan motor Alva One - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, DOHA— Electra Mobilitas Indonesia (EMI), bagian dari grup  PT Indika Energy Tbk,(INDY) mendapatkan dukungan pendanaan dari Standard Chartered Indonesia, untuk mendukung layanan produksi motor listrik ALVA.

Director and Group Chief Investment Officer Indika Energy Purbaja Pantja mengatakan pihaknya terus mendapatkan dukungan dari banyak pihak untuk pengembangan motor listrik ALVA.

"Yang terbaru kami baru saja mendapatkan fasilitas US$10 juta dari Standard Chartered Indonesia," katanya kepada Bisnis, di sela-sela kunjungan Indika ke India dan Qatar, di Doha Qatar Jumat 16/12/2022.

Dia menyebutkan perjanjian pendanaan perdagangan berkelanjutan dari Stanchart tersebut diteken EMI yang merupakan bagian dari produsen ALVA, PT Ilectra Motor Group (IMG). Ilectra Motor Group merupakan perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh INDY.

Melalui perjanjian ini, Standard Chartered Indonesia akan membantu IMG membangun praktek yang bersifat berkelanjutan dalam sistem rantai pasokan mereka.

Purbaja yang juga Direktur Utama Ilectra Motor Group memaparkan pengembangan motor listrik ALVA merupakan bagian dari upaya INDY untuk diversifikasi bisnis non-batubara seperti kendaraan listrik, pertambangan emas, solusi berbasis alam, energi baru dan terbarukan, serta teknologi digital.

INDY bahkan telah mengumumkan target untuk meningkatkan pendapatan non-batubara sebesar minimal 50% pada 2025.

Sejalan dengan tujuan yang ditetapkan oleh IMG dan INDY untuk mengurangi emisi karbon mereka, Standard Chartered telah menyediakan fasilitas Pembiayaan Faktur Impor yang akan membatasi penggunaan pembiayaan hanya untuk pemasok yang menyediakan bahan baku dan suku cadang yang terkait dengan produksi motor listrik ALVA.

Kemitraan antara Standard Chartered dan grup usaha INDY dikarenakan lebih dari 90% pendapatan EMI dihasilkan dari kegiatan ramah lingkungan. 

Selain menyediakan fasilitas pendanaan faktur impor, Stanchart juga akan mendukung operasional treasury dari EMI.

“Kami sangat antusias dengan dukungan Standard Chartered kepada IMG untuk mendorong ekosistem mobilitas dan lifestyle yang lebih hijau melalui sepeda motor listrik ALVA. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi upaya kami dan seluruh rantai pasok untuk menghadirkan solusi kendaraan listrik terbaik untuk masa depan Indonesia yang lebih berkelanjutan,” ungkap Purbaja.

Dia menyebutkan IMG telah memproduksi motor listrik ALVA melalui pabrik di Cikarang Jawa Barat. 

Pabrik tersebut berukuran 17.600 meter persegi dengan kapasitas produksi 100.000 unit motor per tahun.

Purbaja menambahkan serah terima perdana unit motor telah dilakukan secara resmi pada 30 November 2022.

Dia menekankan keberadaan ALVA.merupakan produk dalam negeri yang dilengkapi dengan fitur-fitur berteknologi tinggi yang memberikan pengalaman tersendiri bagi konsumen  otomotif nasional.

'Kami ingin mengajak masyarakat untuk merasakan bahwa keberadaan ALVA bukanlah sekadar motor tetapi ALVA merupakan gaya hidup" kata Purbaja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indika energy pendanaan standard chartered standard chartered bank
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top