Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Penyebab Indika Energy (INDY) Jagoan Lo Kheng Hong Berbalik Laba Rp5,7 Triliun

PT Indika Energy Tbk. (INDY), yang sebagian sahamnya dimiliki Lo Kheng Hong, berhasil membukukan laba per September 2022, dari sebelumnya rugi.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 01 Desember 2022  |  10:53 WIB
Penyebab Indika Energy (INDY) Jagoan Lo Kheng Hong Berbalik Laba Rp5,7 Triliun
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bersama Presiden Direktur Indika Energy Arsjad Rasjid dan Chairman Foxconn Young Liu saat seremoni penyerahan bus listrik di Nusa Dua, Bali, Senin (14/11/2022). PT Indika Energy Tbk. (INDY), yang sebagian sahamnya dimiliki Lo Kheng Hong, berhasil membukukan laba per September 2022, dari sebelumnya rugi. Dok. Kementerian Investasi - BKPM
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan batu bara dan energi, PT Indika Energy Tbk. (INDY) mencatatkan laba bersih dan pendapatan yang melejit signifikan sepanjang 9 bulan 2022 ini.

INDY, yang sebagian sahamnya dipegang investor kawakan Lo Kheng Hong, berhasil berbalik dari posisi rugi menjadi laba bersih sebesar US$366,91 juta setara Rp5,77 triliun menggunakan kurs tengah BI Rp15.742 per 30 November 2022.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 September 2022, dikutip Kamis (1/12/2022), emiten berkode INDY ini mencatatkan laba bersih US$366,91 juta berbanding terbalik dengan posisi periode yang sama tahun lalu yang merugi US$5,95 juta.

Laba tersebut ditopang dari pendapatan yang melejit 57,2 persen dari US$1,99 miliar menjadi Rp3,13 miliar setara Rp49,31 triliun pada kuartal III/2022.

Pendapatan tersebut melejit terutama peningkatan penjualan batu bara pelanggan luar negeri yang tumbuh 83,86 persen menjadi US$2,43 miliar, sementara penjualan batu bara dalam negeri turun 11,52 persen menjadi US$399,77 juta.

Pendapatan kontrak dan jasa INDY juga meningkat 42,37 persen menjadi US$252,59 juta. Hal ini seiring peningkatan pendapatan kontrak dan jasa dari BP Berau Ltd., PT Exxon Mobil Indonesia, Star Energy Geothermal Salak, Ltd., serta PT Cabot Indonesia.

Sementara itu, beban kontrak dan penjualan INDY turut meningkat menjadi US$2,04 miliar dari US$1,47 miliar. Hal ini membuat laba kotor tetap naik signifikan menjadi US$1,08 miliar dari US$519,45 miliar.

Beban lain relatif stabil, hanya terjadi peningkatan beban umum dan administrasi signifikan 60,6 persen menjadi US$151 juta. Dengan begitu, INDY mencatatkan laba sebelum pajak menjadi US$761,24 juta tumbuh 228 persen dibandingkan dengan edisi 9 bulan 2021 yang sebesar US$232,44 juta.

Setelah dikurangi beban pajak dan tidak adanya lagi rugi bersih periode berjalan dari operasi yang dihentikan, emiten yang Presiden Direkturnya merupakan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid tersebut mencatatkan laba bersih periode berjalan sebesar US$386,49 juta dari rugi US$8,39 juta.

Adapun, posisi total aset INDY cenderung stabil dengan turun tipis dari US$3,69 miliar pada kuartal IV/2021 menjadi US$3,68 miliar pada kuartal III/2022. Di sisi lain, jumlah liabilitas INDY turun dari US$2,8 miliar pada akhir 2021 menjadi US$2,44 miliar pada kuartal III/2022 ini.

Pergerakan saham INDY pada pukul 10.25 WIB hari ini pun naik 100 poin menjadi 3,45 persen ke harga 3.000. Investor menyambut kinerja ciamik INDY sehingga kapitalisasi pasar pun turut terkerek menjadi US$15,63 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten indy indika energy Arsjad Rasjid lo kheng hong batu bara
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top