Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Minyak Lesu, Saham-Saham Migas MEDC hingga ELSA Masih Hot

Meski harga minyak turun, sejumlah saham emiten migas masih menguat seperti MEDC dan ELSA.
Meski harga minyak turun, sejumlah saham emiten migas masih menguat seperti MEDC dan ELSA. Istimewa/SKK Migas.
Meski harga minyak turun, sejumlah saham emiten migas masih menguat seperti MEDC dan ELSA. Istimewa/SKK Migas.

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak terpantau lesu pada perdagangan Senin (12/12/2022) sore hari. Saham emiten terkait migas pun bergerak variatif.

Mengutip data Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mengalami penurunan 0,70 persen atau 0,50 poin ke US$70,52 per barel. Adapun, harga minyak Brent terpantau turun 0,57 poin atau 0,75 persen ke US$75,53 per barel.

Adapun, saham emiten taipan Panigoro menjadi saham emiten minyak yang geraknya paling agresif hari ini dengan ditutup parkir di zona hijau naik 5,12 persen atau 55 poin ke Rp1.075 per lembar saham.

Berdasarkan catatan Bisnis, MEDC mendapatkan rekomendasi beli dari Samuel Sekuritas Indonesia dengan target harga di Rp1.300 lantaran mencatatkan kenaikan pendapatan hingga 89 persen yoy dan laba bersih melesat 615,7 persen yoy.

Selanjutnya, saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk. (APEX) menyusul dengan kenaikan 4,20 persen atau 10 poin ke Rp238. Adapun, saham PT Elnusa Tbk. (ELSA) terpantau naik 1,91 persen atau 6 poin ke Rp314.

Di sisi lain, saham emiten migas Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) turun 0,68 persen atau 2 poin ke Rp296 dan saham PT Surya Essa Perkasa Tbk. (ESSA) turun 1,44 persen atau 15 poin ke Rp1.045.

Sebelumnya, Tim Analis Monex Investindo Futures (MIFX) menyebutkan bahwa kabar tertahannya sumber minyak AS karena gangguan pipa minyak di Kanada, ancaman Rusia untuk memangkas produksi sebagai reaksi dari pembatasan harga G7, serta ekspektasi kenaikan permintaan dari China setelah pelonggaran pembatasan lockdown di negara tersebut, telah menopang harga minyak naik pada awal Senin.

“Namun, sikap hati-hati pelaku pasar terhadap kebijakan moneter The Federal Reserve AS masih menekan turun harga minyak,” jelas Tim Analis MIFX dalam riset, dikutip Senin (12/12/2022).

Suku bunga acuan The Fed diekspektasikan naik sebesar 0,50 persen pada pekan ini, dengan masih ada ruang untuk kenaikan suku bunga hingga pertengahan tahun 2023 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper