Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wamen I BUMN Pahala N. Mansury Dipanggil DPR, Bahas Anak BUMN Mau IPO Tahun Depan

Wamen BUMN I Pahala N. Mansury mendapatkan panggilan dari Komisi VI DPR untuk melaksanakan Rapat Kerja (Raker) membahas mengenai BUMN yang mau melaksanan IPO.
Wakil Menteri 1 BUMN Pahala Mansury saat meninjau proses cutting Ikan Tuna di PT Perindo Cabang Benoa Bali didampingi Dirut PT Perindo Sigit Muhartono dan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi - Dok. PT Perindo.
Wakil Menteri 1 BUMN Pahala Mansury saat meninjau proses cutting Ikan Tuna di PT Perindo Cabang Benoa Bali didampingi Dirut PT Perindo Sigit Muhartono dan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi - Dok. PT Perindo.

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Menteri BUMN I Pahala N. Mansury mendapatkan panggilan dari Komisi VI DPR untuk melaksanakan Rapat Kerja (Raker) membahas mengenai BUMN yang mau melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) saham pada pagi ini, Rabu (7/12/2022).

Mengutip agenda DPR, Komisi VI akan melaksanakan Rapat Kerja pada Rabu (7/12/2022) pukul 10.00 WIB membahas mengenai rencana initial public offering (IPO) empat anak usaha BUMN pada 2023 yang ada dalam portofolio wakil menterinya Erick Thohir tersebut.

Dalam agenda tersebut disebutkan empat anak usaha yang bakal IPO dalam portofolio Wamen I Pahala N. Mansury, yakni PT Pertamina Geothermal Energy, PT Pertamina Hulu Energi, Palm Co, dan PT Pupuk Kalimantan Timur.

Dalam Raker Senin (5/12/2022) lalu, Menteri BUMN Erick Thohir juga sudah mengeluarkan kisi-kisi anak usaha BUMN yang bakal melakukan aksi korporasi. Dia menyebut terdapat 14 aksi korporasi BUMN yang bakal dilakukan pada 2023 termasuk IPO dan strategic partnership.

Aksi korporasi tersebut mencakup penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) hingga masuknya partner strategis.

Dia menegaskan aksi korporasi BUMN tidak selalu IPO, karena bisa juga aksi korporasi berupa masuknya strategic partner. Hal itu dapat terjadi di perusahaan yang belum IPO dan yang sudah IPO.

"Ada 14 aksi korporasi itu ya bermacam-macam yang go public, bisa yang dapat strategic partner dan progresnya masih jalan, yang go public sesuai kondisi pasar," jelasnya seusai Rapat Kerja di Komisi VI DPR, Senin (5/11/2022).

Menurutnya, aksi korporasi berupa IPO saat ini masih menghadapi gonjang ganjing seperti adanya resesi. Dengan begitu, waktu pelaksanaan IPO perusahaan mesti tepat, dan tidak sembarangan saja dilaksanakan waktunya.

Dia juga menegaskan rencana masuknya strategic partner di Pertamina Hulu Energi dan rencana IPO dari Pertamina Geothermal Energi bagian dari aksi korporasi tersebut.

"Ya itu bisa misalnya geothermal diinvestasi oleh strategic partner supaya bisa dikembangkan, baru setahun kemudian IPO atau bisa juga bersamaan," terangnya.

Dalam paparan di Komisi VI, Erick menegaskan akan ada 3 aksi korporasi berkaitan dengan tiga anak usaha BUMN, yakni Pertamina Geothermal Indonesia, Jasamarga Transjawa, serta Palm Co.

Seiring dengan yang sudah disampaikan oleh masing-masing induk usahanya termasuk kabar yang beredar, ketiga anak usaha BUMN ini bakal melaksanakan aksi korporasi IPO.

Erick menerangkan ada 6 fokus program BUMN pada 2023 mendatang dan tiga di antaranya merupakan aksi penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) tiga anak usaha BUMN. Tiga fokus lainnya, yakni, penyelesaian LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta Bandung, pengelolaan dana pensiun BUMN, dan deregulasi dan penataan peraturan menteri BUMN.

"Kami akan fokus salah satunya di energi, PGE aksi korporasi, karena potensi geothermal Indonesia mencapai 24 gigawatt. Saat ini baru 2,4 gigawatt, aset Pertamina, aset di Kemenkeu, yakni Geodipa, aset di PLN atau di private sector sendiri," urainya.

Erick menegaskan aksi IPO ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi PGE dengan Geodipa yang ada di bawah Kemenkeu menjadi satu entitas perusahaan geothermal.

Selain itu, Kementerian BUMN juga bakal fokus pada pangan. Setelah konsolidasi PTPN berhasil dan seluruh anak usaha terkait sawit berada pada perusahaan yang sama bernama Palm Co. Entitas ini bakal mencari pendanaan di pasar modal.

"Konsolidasi sawit PTPN di Palmco, itu hanya total 3 persen dari kelapa sawit nasional, mayoritas swasta. Inilah kenapa potensi kelapa sawit dan tuurunannya 80 pohon, industri, B40, sawit, hingga bahan baku make up," terangnya.

Menurutnya, penyehatan PTPN yang sudah berhasil mencatatkan laba bersih Rp4,4 triliun tidak membuat upaya pengembangan anak usaha tidak dilanjutkan. Oleh karena itu, aksi korporasi Palm Co bakal dilaksanakan.

Selain itu, Erick juga menegaskan fokus berikutnya dari BUMN yakni transportasi dan logistik. Penyelesaian LRT Jabodebek dan KCJB, serta konsolidasi seluruh transportasi Jabodetabek, seperti MRT, LRT, dan Transjakarta, jadi satu ekosistem.

Kemudian, aksi korporasi ketiga yakni PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bakal juga dilaksanakan pada 2023. Anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) ini merupakan hasil konsolidasi kepemilikan seluruh tol di wilayah Trans Jawa milik Jasa Marga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper