Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ekonom Prediksi Rupiah tak Akan Tembus Rp16.000 per Dolar AS

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan pada 2023, rupiah bergerak di kisaran Rp15.500 – Rp15.700 per dolar AS.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 06 Desember 2022  |  20:11 WIB
Ekonom Prediksi Rupiah tak Akan Tembus Rp16.000 per Dolar AS
Mirae Asset Sekuritas memperkirakan pada 2023, rupiah bergerak di kisaran Rp15.500 Rp15.700 per dolar AS. - Bank Indonesia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Ekonom memperkirakan nilai tukar rupiah tidak akan anjlok terlalu dalam hingga menembus Rp16.000 di tengah potensi resesi global tahun depan.

Senior Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 kemungkinan tidak setinggi paa 2022 karena adanya resesi global dan adanya kebijakan moneter yang ketat.

“Ekonomi masih akan ditopang oleh mobilitas masyarakat menjelang Ramadan dan Lebaran. Lalu siklus menjelang pemilu juga meningkatkan aktivitas konsumsi masyarakat,” jelasnya dalam konferensi pers Market Outlook 2023 Mirae Asset Sekuritas, Selasa (6/12/2022).

Rully memproyeksikan nilai tukar rupiah sekarang masih relatif fluktuatif, bergantung pada kenaikan suku bunga AS.

“Dengan asumsi kenaikan suku bunga masih di 5 persen, kita perkirakan tidak akan menembus Rp16.000, puncaknya rupiah akan berada di Rp15.500-Rp15.700. Bahkan tahun depan bisa menguat ke sekitar Rp15.235,” kata Rully.

Dia juga menyebutkan bahwa pelemahan rupiah bukan karena kondisi ekonomi Indonesia yang tidak bagus.

“BI masih akan menaikkan suku bunga seitar 25 bps sampai Desember dana akan berlanjut pada semester I/2023 sampai 6 persen. Yang biasanya melakukan stabilisasi kan BI, tapi memang ke depan volatilitas masih tetap tinggi sampai dengan semester I/2023,” ungkapnya.

Hal yang bisa dilakukan BI antara lain melakukan intervensi secara terukur, kalau pelemahannya signifikan akan dijaga, misalnya ketika mendekati Rp16.000, BI pasti akan melakukan intervensi dan mengeluarkan kebijakan stabilisasi.

BI juga harus menjaga selisih suku bunga dengan AS. Jika suku bunga The Fed masih naik, BI juga harus menjaga agar tidak ada foreign capital outflow yang terlalu besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Rupiah dolar as Pertumbuhan Ekonomi Suku Bunga
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top