Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Garuda Indonesia (GIAA) Tetapkan Harga Penawaran Rights Issue Rp196 per Saham, Cek Detailnya!

Hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue Garuda Indonesia sama dengan nilai nominal saham baru yakni Rp196 per lembar saham.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 06 Desember 2022  |  12:25 WIB
Garuda Indonesia (GIAA) Tetapkan Harga Penawaran Rights Issue Rp196 per Saham, Cek Detailnya!
Pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia terparkir di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (21/6/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten maskapai BUMN, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menetapkan harga pelaksanaan rights issue Rp196 per saham.

VP Corporate Secretary dan Investor Relations Garuda Indonesia Mitra Piranti menerangkan dalam keterbukaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/12/2022) harga pelaksanaan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sama dengan nilai nominal saham baru yakni Rp196 per lembar saham.

Adapun, jumlah saham baru yang akan diterbitkan sebanyak-banyaknya 63.210.504.593 saham atau 63,21 miliar saham.

"Rasio HMETD menjadi 10.000.000 berbanding 24.418.256. Dengan harga pelaksanaan HMETD Rp196 per saham," jelasnya Selasa (6/12/2022).

Jadwal pelaksanaan HMETD yakni tanggal efektif pada 2 Desember 2022. Dilanjut Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas rights issue pada 14 Desember 2022.

Emiten plat merah itu bakal segera memanggil pemegang saham untuk melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terkait dengan pelaksanaan rights issue. Usai RUPSLB, GIAA berharap bisa lepas dari suspensi.

Pada rencana rights issue tersebut, seluruh saham yang dikeluarkan berjumlah sebanyak-banyaknya 68.072.851.377 lembar saham atau 262,96 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor perseroan dengan harga Rp196 per saham.

“Rp196 di sini memang hasil perhitungan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang memberi range Rp180-Rp220 yang fit dengan valuasi. Kami tidak punya interest apa pun, dan dari manajemen tidak mau mengarahkan ke skenario mana pun, kita membuka opsi, implikasi, dan kemungkinan yang ada,” kata Direktur Utama GIAA Irfan Setiaputra, Senin (5/12/2022).

Adapun secara konsolidasi per Juni 2022 valuasi GIAA adalah US$355,72 juta. Suspensi dan proses semua ini diharapkan bisa selesai sebelum 28 Desember 2022 dan GIAA mengharapkan otoritas melepas suspensi Garuda.

"Karena pada saat itu, kita disuspensi karena wanprestasi terhadap sukuk. Kita punya solusi tapi belum terimplementasi sehingga begitu terimplementasi harusnys bisa dilepaskan,” imbuh Irfan.

Ke depan, Garuda ingin memastikan kepada publik bahwa kinerja keuangan Perseroan akan sehat ke depannya. Perseroan akan fokus pada mengejar profitabilitas untuk mendongkrak kinerja keuangan ke depan.

Adapun, jadwal rights issue lengkapnya:

Tanggal Cum HMETD di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi 12 Desember 2022

Tanggal Ex HMETD di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi 13 Desember 2022

Tanggal Cum HMETD di Pasar Tunai 14 Desember 2022

Tanggal Ex HMETD di Pasar Tunai 15 Desember 2022

Tanggal Distribusi HMETD 15 Desember 2022

Tanggal Pencatatan Efek di BEI 16 Desember 2022

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten bumn giaa hmetd rupslb
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top